Selasa, 13 Desember 2011

Art Work - Sketsa Pa Bambang Prihadi


Pas kuliah Sejarah Seni Rupa Barat II aku dapet satu sket dari dosen mata kuliah tersebut. Pa Bambang Prihadi..

Karena setiap kali mengajar, gayanya mulai dari kemeja yang lengannya dilipat, gaya memegang mikrofon, dan gayanya mengoperasikan laptop selalu sama. Dan menurutku menjadi khas. Hehe..
Jadi ketika nyeket beliau, nggak terlalu banyak kendala..

Sket, sket, sket..
Rampung!!

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Pa Bambang Mengajar
Pencil on A5 Paper
2011


Dan kuliah kali ini selain mendapatkan beberapa catatan penting. Aku juga dapet dosen yang mengajarkannya..
Hehe..

Bukan Cuma itu sih alesanku nyeket beliau. Karena beliau juga adalah PA-ku..

Hm.. Sekian dulu post kali ini. Kalo ada koreksi atau masukan silahkan..
Makasih.. :)



Jumat, 09 Desember 2011

Art Work - Sketsa Mbak Sekretaris Puskesmas


Pas pengen minta surat pengantar di Puskesmas Ngaglik II untuk ke RS Sardjito (Karena aku pake ASKES) hehe..

Sebelum diperiksa, pas udah dipanggil masuk ternyata masih nunggu lagi. Dan selagi nunggu daripada nganggur mendingan beraksi. Hallah!!

Keluarin peralatan perang. Pensil Mekanik 0.5, Sketchbook A5 dan Penghapus..
Dan objeknya adalah Mbak sekretaris yang mencatat administrasi pasien..
Sket, sket, sket..

Belum rampung tapi udah dipanggil dokter. Jadi finishingnya tertunda..
Hehe..

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Mbak Sekretaris di Puskesmas Ngaglik II
Pencil on A5 Paper
2011


Sekian dulu post kali ini. Kalo ada masukan atau koreksi silahkan..
Makasih.. :)



Rabu, 07 Desember 2011

Art Work - Sketsa Budhe Baca Komik


Ini waktu abis nganterin si Nyunyun kondangan ke temennya Bu Dhe..

Dan pulangnya mereka berdua malah mampir ke kostku dan menjarah dalemnya. Dan aku dapet sket budhe yang lagi baca komik yang sekitar 7 volume dalam waktu sekitar 40 menitan. Dan beberapa komik lainnya..

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

BuDhe Baca Komik
Pencil on A5 Paper
2011


Hm..
Pantatnya keliatan distorsi, tapi emang begitu ukurannya. Keliatan gede karena nggak ngukur pinggangnya.. Pembelaan!
Hehe..

Budhe


Sekian dulu post kali ini, kalo ada masukan atau koreksi silahkan...

Makasih.. :)



Display UKM Serufo


Ini waktu display UKM Serufo (Seni Rupa dan Fotografi) waktu OSPEK..
Ceritanya sih tentang angel ma devil. 4 devil dan 3 angel. Dan aku lebih suka jadi devil. Hehe..

Ceritanya dimulai dari kedamaian angel. Di situ mereka hanya diam dalam posisi mereka. Kemudian devil-devil datang dan mengacau. Kita mengacau dengan menggunakan cat-cat. Kita melempar, mengecat dan sebagainya ke angel. Awalnya angel-angel tidak melakukan respon sedikitpun terhadap apa yang kita (devil) lakukan..

Tapi kemudian mereka melawan dan kita akhirnya perang cat. Dan diakhiri oleh kekalahan dari para devil. Dan di akhir cerita, kita sudah menghasilkan lukisan dari peperangan kita tadi..
Itu mengibaratkan kita dalam membuat karya seni. Selalu ada dua sisi dalam diri kita. Dan kadang keduanya saling bertentangan dan berperang..
Sayang foto-foto pas pertunjukkannya aku nggak punya TT,TT

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Pra Event

Pra Event

Pasca Event

Pasca Event

Pasca Event

Pasca Event


Sekian dulu post kali ini. Semoga bermanfaat. Kalo ada masukan atau komentar, silahkan..
Makasih.. :)



Senin, 05 Desember 2011

Art Work - Sketsa Nobar


Sexy, temen SMPku (temen berangkat-pulang sekolah bareng. He) nikah dan ngundang kita buat ke kontrakan barunya di daerah Jalan Magelang..
Yang diundang aku dan Zusdi. Kita sama-sama temen SMP dan kebetulan kuliah di Jogja semua..
Tapi ternyata si Zusdi bawa ceweknya juga..

Acaranya sih makan siang. Trus karena pada pengen rujak (di jogja namanya Lotis), aku ma zusdi pergi nyari buah-buahan..
Dan ngrujak!!

Abis itu suaminya sexy ngajakin nonton “Shut Up” katanya.. yang ternyata film itu judulnya “Shut ‘em Up”..
Seru! Tegang!!
Tapi aku ko malah pengen nyeket..
Jadilah aku ngeluarin peralatan perang dan mulai nyeket...
Hehe...

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Nobar di Kontrakan Sexy
Pencil on A5 Paper
2011


Sekian dulu postku kali ini, kalo ada masukan atau komentar silahkan..
Makasih.. :)



Kamis, 01 Desember 2011

Tutorial - Menggambar Stilasi


PROSES MENGGAMBAR STILASI
(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Ikan Stilasi


Ornamen pada umumnya mempunyai bentuk yang tertentu, dapat berupa segi tiga, segi empat, lingkaran, dan sebagainya. Alangkah susah dan sulitnya untuk menerapkan bentuk-bentuk dalam keadaan asalnya, yakni secara naturalistis ke dalam bidang hias yang tertentu pula bentuknya tanpa mengadakan penyesuaian atau perubahan-perubahan terlebih dahulu. Oleh karena itu perlu mengadakan penggubahan pada motif-motif tersebut sehingga menjadi bentuk ornamental, artinya memiliki sifat-sifat sebagai hiasan.
Penggayaan bentuk atau penggambaran dari bentuk alami menjadi bentuk ornamental disebut stilasi, sedangkan gambarnya disebut gambar stilasi yang dapat diartikan sebagai bangun hias yang menggambarkan sesuatu dan akan disusun pada bidang hias. Bentuk sumber penggambaran disebut motif. Menstilasikan bentuk berarti menggambarkannya dengan ketentuan sebagai berikut :
1.         Memberikan bentuk yang tegas
2.         Memiliki kesan datar
3.         Bentuk oranamental yang indah
4.         Tidak meninggalkan ciri-ciri yang mendukung karakter motif atau bentuk sumbernya.

Ada dua permasalahan yang perlu diperhatikan dalam membuat stilasi, yaitu bangun luar dan isen. Bangun luar sebagai bangun utama atau bentuk luar gambar stilasi, sedangkan isen sebagai kelengkapan dari bentuk keseluruhan dan ciri serta sifat khasnya sekaligus untuk menambah nilai variasi dan daya tarik.

Langkah-langkah pembuatan gambar stilasi :
1.         Menentukan pilihan motif yang akan diwujudkan menjadi stilasi, misalkan motif binatang ikan.

Objek (Ikan)


2.         Penggambaran Bangun Luar
Fungsi stilasi sebagai unsur yang diisikan pada bidang hias maka penggambaran bangun luarnya kemungkinan pertama dapat berbentuk bebas dan kemungkinan lain dapat mangacu pada bentuk bidang hiasnya, baik berbentuk geometris maupun nongeometris

Penggambaran Bangun Luar


3.         Menyempurnakan dan melengkapi bagian-bagian Bangun luar dengan cara membagi-bagi atau merajang bangun luar sesuai dengan bentuk-bentuk bagian motifnya.

Penyempurnaan Bentuk Bangun


4.         Pemberian Isen
Agar lebih indah dan menarik, gambar stilasi perlu dilengkapi dengan isen-isen berupa variasi titik, garis, blok, dan warna dengan memperhatikan ciri serta sifat khas sumbernya.

Pemberian Isen/Isi


5.         Finishing
Dengan membersihkan bagian yang tidak diperlukan dan menyempurnakan bagian-bagian bentuk, garis, blok dan warna sehingga penampilannya menjadi rapi, bersih dan menarik.

Selanjutnya dapat dicoba menggambar stilasi dengan berbagai motif lain seperti : motif tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia, benda-benda peralatan, makhluk khayal dan motif geometris.
Proses dan tahapan menggambar stilasi seperti tersebut di atas tidak bersifat mengikat, maka berbagai kemungkinan lain dapat dilakukan untuk mencapai kesempurnaan hasil sesuai dengan gagasan dan kreativitas masing-masing.

CONTOH-CONTOH GAMBAR STILASI

Contoh-contoh Stilasi

Contoh-contoh Stilasi


Sekian dulu post kali ini, semoga bermanfaat..
Kalo ada kurang atau salah mohon tambahan dan pembenarannya. Makasih.. :)



Selasa, 29 November 2011

Tehnik-Tehnik Membuat Patung

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Patung Kodok



Membuat PatungTeknik 1

1.         Siapkan tanah liat atau plastisin.
2.         Siapkan alat bantu butsir dan air.
3.         Siapkan meja putar (kalau ada).
4.         Siapkan gambar rancangan patung.
5.         Tempatkan tanah liat atau plastisin diatas meja putar sedikit demi sedikit.
6.         Pijat-pijat bahan hingga mendekati bentuk yang diinginkan secara global.
7.         Jika bahan kurang  bias ditambah, sebaliknya bila berlebih bias dikurangi.
8.         Sempurnakan bentuk dengan alat bantu.
9.         Berikan sentuhan akhir dengan pembentukan detail patung dan dihaluskan.


Teknik 2

1.         Langkah 1
-            Siapkan balok kayu sesuai dengan ukuran pola yang kita gambar.
-            Pindahkan gambar/pola di atas permukaan kayu. Gambar pola pada kayu kelihatan dari semua sisi (atas, bawah, samping kiri, kanan, depan, belakang).
2.         Langkah 2
-      Berilah selotip melingkar pada balok. Selotip ini berfungsi sebagai pengikat jika dilakukan pemotongan/kayunya sambungan. Tetapi, jika dipahat langsung tidak perlu menggunakan selotip.
3.         Langkah 3
-            Lakukan pemotongan dengan menggunakan gergaji dari empat sisi.
-            Pembentukan sedikit demi sedikit hingga mendekati bentuk global.
4.         Langkah 4
-            Buatlah bentuk global.
-            Bandingkan dengan gambar/pola. Usahakan mendekati bentuknya.
-            Gosoklah dengan menggunakan kertas gosok atau amplas.
-            Penggosokan dilakukan dengan dua tahap:
Menggunakan amplas no. 150.
Menggunakan amplas no. 250 atau 400
5.         Langkah 5
-            Lanjutkan dengan membuat detail bagian bagiannya.
-            Haluskan dengan amplas lagi.
6.         Langkah 6
-            Difinishing dengan menggunakan cat akrilik atau melamin.


Teknik 3

1.         Siapkan semen dan pasir yang sudah disaring.
2.         Siapkan cetakan, ember, sendok adonan, dan tali karet.
3.         Cetakan diikat dengan tali karet.
4.         Siapkan adonan semen, pasir dan air secukupnya.
5.         Tuangkan adonan kedalanm cetakan hingga penuh.
6.         Rendam didalam air selama +- 2 hari.
7.         Buka ikatan tali karet dan cetakan secara perlahan-lahan.
8.         Sentuhan akhir patung dihaluskan.


Teknik 4

1.         Siapkah bahan besi, kawat, semen dan pasir halus.
2.         Siapkan alat gergaji besi, kaka tua, sendok semen dan ember.
3.         Siapkan gambar rancangan patung.
4.         Potonglah besi dengan gergaji besi sesuai dengan gambar rancangan patung. dan diikat dengan kawat diatas papan.
5.         Bentuk besi menjadi kerangka sesuai gambar rancangan patung dan diikat dengan kawat diatas papan.
6.         Siapkan adonan semen, pasir dan air secukupnya.
7.         Lepakan adonan pada bagian p[aling bawah menuju keatas sedikit demi sedikit.
8.         Sempurnakan bentuk patung dengan membuat detailnya.
9.         Untuk sentuhan akhir patung dapat  diwarnai polos atau sesuai rencanamu.


Setelah kalian mencoba berbagai teknik diatas ternyata dapat ditarik kesimpulan, bahwa teknik 1 disebut teknik membutsir yaitu dilakukan dengan cara memijit, menambah dan mengurangi bahan yang dibentuk, dengan dibantu alat butsir. Membuat patung dengan cara membutsir biasanya mempergunakan bahan tanah liat atau plastisin.

Alat Butsir

Alat Butsir

Sedangkan pada teknik 2 adalah teknik memahat, berbeda dengan teknik membutsir yang dapat dilakukan dengan memijit, menambah, dan mengurangi, dalam teknik memahat hanya dapat dilakukan pengurangan. Biasanya yang dipahat bahan yang cukup padat seperti kayu atau batu.

Alat Pahat

Alat Pahat

Alat Pahat


Pada teknik 3 disebut teknik mencetak. Dalam teknik mencetak biasanya digunakan teknik cetak tuang atau cor. Bahan yang dipergunakan untuk teknik ini umumnya cair atau bahan yang dapat dicairkan. Misalnya semen, gips, fiberglass, perunggu atau emas.

Patung Cetak


Teknik 4 adalah teknik kontruksi, yaitu membuat patung dengan cara menyusun bahan, baik dengan kerangka ataupun tanpa kerangka, cara menyusunnya dapat direkatkan dengan lem, dilepa, atau dilas/dipatri. Bahan yang dipergunakan dapat berupa semen, pasir, kawat, besi, plastisin, bubur kertas, atau bahan bekas.

Patung Konstruksi


Sekian dulu post kali ini, semoga bermanfaat..
Kalo ada salah atau kurang mohon pembenaran dan tambahannya..
Makasih.. :)