Tampilkan postingan dengan label Grafis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Grafis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Oktober 2013

Cetak Saring - Stensil (Tutorial)

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Stensil 


Stensil adalah salah satu tehnik yang dikenal pada seni grafis. Ia termasuk kedalam tehnik cetak saring. Selain stensil, dalam cetak saring lebih dikenal juga tehnik sablon.
Dalam stensil, klise/master cetaknya biasanya terbuat dari kertas sheet tag dilubangi dengan mata ketik sehingga membentuk rangkaian huruf. Dengan posisi terbalik, kertas sheet diletakkan pada rol yang telah diberi tinta. Ketika rol diputar, tinta akan merembas dan membentuk rangkaian huruf pada kerta.
Mungkin teorinya kurang lebih seperti itu.
Namun, tehnik stensil yang umum kita jumpai dikehidupan sehari-hari adalah membuat huruf atau bacaan dengan kertas yang dilubangi dan disemprot dengan pilox/tinta semprot.

Dan tehnik stensil yang bisa kuajarkan di kelas adalah tehnik stensil yang menggunakan sikat gigi bekas dan sisir sebagai alat untuk mewarna. Tehniknya, tentu saja dengan tehnik ciprat. Dan hasilnya, hampir menyerupai tehnik semprot.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah:
1. Menyiapkan alat..

Stensil #1


Alat-alat dan bahan yang harus disiapkan adalah. kertas HVS, cat air, pensil, cutter, sikat gigi bekas, sisir..
Adapun lem sebagai penempel bagian ketika melakukan pewarnaan.

2. Membuat pola/gambar

Stensil #2


Membuat gambar dan untuk penugasan siswa, gambar harus bentuk objek kartun. Bebas.
Yang harus diperhatikan adalah ketebalan (lebar) garis. Jadi garis sengaja dibuat lebar agar memudahkan untuk ketika cutting juga agar bidang cipratan lebih lebar. Dan akan lebih menarik..

3. Meng-cutting pola/gambar

Stensil #3


Semua garis yang ada dicutting atau dilubangi. Yang harus menjadi perhatian adalah. Ketika ingin menampilkan garisnya, otomatis garis harus berlubang. Apalagi ketika warna objeknya sama. Sehingga tidak timbul garis antar perpotongan objek. Lain halnya jika objek berpotongan dan memiliki warna berbeda. Walaupun objek tersebut tidak memiliki garis yang berlubang. Dengan sendirinya akan timbul garis akibat perpotongan warna tersebut.
Pada tahap ini. Semua bagian harus terpotong dan SEMUA GARIS terpotong juga.

Hasilnya akan menjadi seperti ini..

Stensil #4


Master yang bagian kiri bisa untuk membuat garis positif karena garisnya yang dihilangkan. Master yang bagian kanan bisa untuk membuat garis negatif. Karena garis yang dipertahankan. namun semua bagian potongan HARUS DISIMPAN karena akan digunakan untuk pewarnaan.

4. Mewarna..
Siapkan alat-alatnya..

Stensil #5


Siapkan sikat gigi bekas, sisir dan cat air yang dicairkan dengan air yang agak banyak..

Kemudian untuk mewarna, dilakukan tehnik seperti gambar di bawah..

Stensil #6


Setelah warna rata.. akan menghasilkan bentuk seperti ini...
Harus menjadi perhatian : jangan mengangkat master ketika keadaan masih basah. Angkatlah ketika sudah kering. Baru bisa dilakukan pewarnaan selanjutnya.
MEngeringkan bisa diangin-anginkan atau menggunakan pengering rambut.

Stensil #7


Jika dikira ini sudah selesai. Maka kalian salah! Karena ini barulah tahap awal pewarnaan..
Ini baru pada tahap outline atau garis luar..
Untuk pewarnaan selanjutnya. Kita menggunakan sistem buka-tutup..

Jadi, rumusnya tutup bagian yang tidak ingin terwarna dan buka bagian yang akan diwarna..

Stensil #8

Stensil #9


Hasil jadi..

Stensil #10


Dan, aku akan merasa sangat berdosa jika membiarkan backgroun putih polos seperti itu.. 
Jadi aku berfikir untuk memberinya warna agar karya tidak terkesan tidak selesai dan juga agar menjadikan karya lebih menarik dan indah..
Karena bagian yang akan direspon adalah background, otomatis selain background harus ditutup...

Stensil #11

Selesai!
Perhatikan dalam mengkomposisi objek, pemilihan warna, dan perpaduan warna...

Stensil #12


Sekian dulu post kali ini. Kalo ada salah atau kurang mohon pembenaran dan tambahannya. Kalo ada masukan atau komentar dipersilahkan..
Terimakasih...



Rabu, 09 November 2011

Art Work - Grafis Cetak Sambung

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Membunuh Karakter 2/5
Hadrboard Cut On Paper
Cetak Sambung, Cetak Tinggi
2010

Membunuh Karakter 5/5

Membunuh Karakter 1/5

Membunuh Karakter 3/5

Membunuh Karakter 4/5


Membunuh Karakter bercerita tentang sesuatu yang baru menghilangkan sesuatu yang lama. Dalam kasus disini adalah karakter baru yang kutemukan atau kuciptakan menggeser posisi karakter yang sudah terlebih dahulu kutemukan.

Karakter tersebut dengan kuat mempengaruhiku untuk terus-terusan membuat dirinya sehingga aku benar-benar melupakan karakter lamaku. Karakter yang telah terlebih dahulu menemaniku dan bersamaku..

Sekian dulu post kali ini, kalo ada masukan silahkan.. :)



Grafis - Dry Print, Cetak Dalam


Dry Print, Cetak Dalam
(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Dry Print


Dry print adalah salah satu tehnik dalam grafis. Dengan menggunakan alat pencetak, seperti gilingan yang aku sendiri tidak tahu apa namanya?? Hehe..
Tapi penampakannya seperti ini..

Alat Penggiling

Alat Penggiling



Sebelum dicetak, kita harus sudah membuat master yang akan dicetak pada kertas.
Tidak seperti tehnik grafis lainnya, dry print menggunakan master pada seng.
Penampakan..

 
Seng

Master



Seng kita gambar dengan menggunakan benda runcing, seperti paku atau sejenisnya. Tehnik ini juga termasuk ke dalam tehnik cetak dalam. Setelah itu, master kita beri tinta. Namun tipis saja dan tinta yang tidak diperlukan (tinta yang tidak pada objek gambar) dihapus hingga bersih. Agar hasil cetakan tidak kotor.

Kita siapkan juga kertas yang sudah dibasahi, jangan sampai terlalu basah. Hanya lembab saja sudah cukup. Ini dimaksudkan agar kertas dan master bisa menempel ketika digiling.

Letakkan atau tempelkan master pada kertas (sama seperti mencetak pada tehnik grafis lainnya), yang menjadi perbedaan pada tehnik ini hanyalah, kita harus menggilingnya agar tinta tercetak pada kertas. Sedangkan pada tehnik lainnya kita hanya menggosoknya hingga tinta tertempel pada kertas.
Giling, giling, giling! Jadi!!

Karya Dry Print



Yang perlu diperhatikan adalah kebersihan dari kertas atau seng sangatlah mempengaruhi kerapihan karya kita. Kerikil sekecil apapun bisa menjadi pembuat lubang pada kertas. Karena ketika kita menggiling, makin keras atau kencang menjepit kertas dan master, maka semakin bagus pula hasilnya.
Ni ada beberapa contoh karya dry print-ku..

Karya Dry Print

Karya Dry Print

Karya Dry Print


Sekian dulu post kali ini, kalo ada salah atau kurang mohon koreksi dan tambahannya. Semoga bermanfaat. Makasih.. :)




Senin, 17 Oktober 2011

Art Work - Grafis Cetak Sambung

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Tradisional Yang Beraksi! 2/5
Hardboard Cut On Paper
Cetak Tinggi. Cetak Sambung
2010


Tradisional Yang Beraksi! 1/5


Tradisional Yang Beraksi! 3/5



Tradisional Yang Beraksi! 5/5



Tradisional Yang Beraksi! 4/5


Ini juga karya-karya tugas Kuliah Grafis 2. Dosennya adalah Pa Wayan..
Materinya adalah Cetak Sambung. Jadi kita mencetak satu kali namun master kita potong menjadi berapa bagian dan kita mencetaknya dengan menggunakan warna yang berbeda untuk menunjukkan perpotongannya tersebut.

Namun di cetakan pertama aku ingin mencetaknya sebelum ku potong. Aku ingin mencetak karya ini tanpa potongan.
Kemudian yang lainnya ku cetak dengan 2 jenis yang berbeda..
Jadi totalnya pada master grafis ini aku mencetak menjadi 3 jenis. Hehe...

Karena tehnik ini pada dasarnya sama seperti Grafis 1 yang hanya menggunakan 1 warna saja, sehingga menurutku Cetak Sambung ini tidak serumit Cetak Rusak..


Mengenai Tradisional Yang Beraksi bercerita tentang budaya daerah mengalahkan budaya asing yang memasuki lingkungan kita dan menginfeksi sebagian besar warga daerah sehingga lebih membanggakan budaya asing tersebut daripada budaya daerah sendiri. Sehingga sekarang budaya daerah yang mengatur pergerakan budaya asing di lingkungan daerahnya..

Sekian dulu post kali ini.. Semoga bermanfaat dan kalo ada kurang atau salah mohon tambahan dan pembenarannya. Kalo ada yang ingin ngasih masukan, silahkan...



Minggu, 16 Oktober 2011

Art Work - Grafis Cetak Rusak

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Malaikat 4/5
Hardboard Cut On Paper
Cetak Tinggi. Cetak Rusak
2010



Malaikat 2/5



Malaikat 1/5



Malaikat 5/5



Malaikat 3/5


Ini semua adalah karya tugas grafis pada kuliah Grafis 2.
Cetak Rusak disini adalah tehnik cetak grafis dengan beberapa tahap percetakan. Untuk memberikan kesan lebih berwarna. Namun hasil cetak dari langkah sebelumnya tidak bisa kita ulang lagi ketika kita sudah menuju langkah berikutnya..
Dalam cetak rusak, warna yang digunakan minimal adalah 2 warna. Warna putih kertas tidak termasuk.

Cukil/Dicukil adalah istilah untuk membuat master grafis.

Jadi cara menggrafis dengan tehnik cetak rusak adalah, pertama kita mencukil bagian yang paling terang. Atau bagian yang akan menunjukkan warna asli background. Misal putih asli kertas.
Kemudian dicetak! Ini adalah warna pertama.
Setelah itu (tentunya hardboard/master sudah kering) kita cukil lagi bagian untuk mempertahankan warna pertama tadi, sehingga nanti akan ada tiga warna ketika dicetak. Ini termasuk warna asli background.
Apabila menggunakan lebih dari 2 warna, langkah selanjutnya sama dengan langkah sebelumnya...

Pada karya di atas aku menggunakan 3 warna. 4 dengan putih kertas. Kuning, Merah dan Hitam..

Untuk catatan.
Hati-hati ketika mencetak dengan menggunakan tehnik ini. Karena apabila salah, kita tidak bisa mengulangnya lagi. Harus benar-benar dari awal jika memang ingin mengulang. Hehe..

Sekian dulu post kali ini, kalo ada kurang atau salah, mohon tambahan dan pembenarannya. Kritik, Saran dan Masukan dengan senang hati akan ku terima.. :)