Tampilkan postingan dengan label dry print. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dry print. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 November 2011

Art Work - Grafis Dry Print, Cetak Dalam

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Habis Tebuang 5/5
Dry Print On Paper
Cetak Dalam
2010

Habis Tebuang 4/5

Habis Tebuang 2/5

Habis Tebuang 1/5

Habis Tebuang 5/5


Habis Terbuang bercerita tentang sesuatu yang sudah habis masa pakainya, dan dicampakkan tanpa melihat apa yang sudah dilakukan bersama sesuatu tersebut. Sesuatu yang mungkin pernah menemani kesendirian kita atau sesuatu yang dulu sempat melengkapi kekurangan kita..
Ini sudah umum terjadi di sekitar kita. Kejadian seperti ini..

Namun, apabila memang sudah waktunya sesuatu itu harus dibuang atau dihilangkan bagaimana?? Hanya kita sendirilah yang memiliki jawaban dalam diri kita masing-masing..
Karena persepsi tentang kenangan bagi tiap individu itu berbeda antara yang satu dengan lainnya..

Kenangan tetaplah kenangan. Sepahit atau semanis apapun itu, untukku akan tetap terkenang dalam hatiku. Entah sekuat apapun aku melupakannya, mereka akan selalu ada dalam hati dan ingatanku..

Sekian dulu post kali ini. Kalo ada yang ingin ngasih masukan silahkan... :)



Art Work - Grafis Dry Print, Cetak Dalam

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Pahlawan Tradisional 2/3
Dry Print On Paper
Cetak Dalam
2010

Pahlawan Tradisional 1/3

Pahlawan Tradisional 3/3


Ini adalah karya Dry Print pertamaku. Masih bingung harus gimana? Jadi nekat jadinya seperti ini. Hehe..
Ceritanya tentang pahlawan tradisional yang ku gambarkan dengan seekor kodok sebagai pahlawan yang memperjuangkan ke-tradisional-an daerahnya.
Cerita simpel yang ingin kusampaikan. Tanpa embel-embel lainnya. Hehe..
Kodok sudah seperti sebagian dari diriku, untuk ku tuangkan dalam karya-karyaku..

Sekian post kali ini. Kalo ada yang mau ngasih masukan silahkan.. :)



Grafis - Dry Print, Cetak Dalam


Dry Print, Cetak Dalam
(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Dry Print


Dry print adalah salah satu tehnik dalam grafis. Dengan menggunakan alat pencetak, seperti gilingan yang aku sendiri tidak tahu apa namanya?? Hehe..
Tapi penampakannya seperti ini..

Alat Penggiling

Alat Penggiling



Sebelum dicetak, kita harus sudah membuat master yang akan dicetak pada kertas.
Tidak seperti tehnik grafis lainnya, dry print menggunakan master pada seng.
Penampakan..

 
Seng

Master



Seng kita gambar dengan menggunakan benda runcing, seperti paku atau sejenisnya. Tehnik ini juga termasuk ke dalam tehnik cetak dalam. Setelah itu, master kita beri tinta. Namun tipis saja dan tinta yang tidak diperlukan (tinta yang tidak pada objek gambar) dihapus hingga bersih. Agar hasil cetakan tidak kotor.

Kita siapkan juga kertas yang sudah dibasahi, jangan sampai terlalu basah. Hanya lembab saja sudah cukup. Ini dimaksudkan agar kertas dan master bisa menempel ketika digiling.

Letakkan atau tempelkan master pada kertas (sama seperti mencetak pada tehnik grafis lainnya), yang menjadi perbedaan pada tehnik ini hanyalah, kita harus menggilingnya agar tinta tercetak pada kertas. Sedangkan pada tehnik lainnya kita hanya menggosoknya hingga tinta tertempel pada kertas.
Giling, giling, giling! Jadi!!

Karya Dry Print



Yang perlu diperhatikan adalah kebersihan dari kertas atau seng sangatlah mempengaruhi kerapihan karya kita. Kerikil sekecil apapun bisa menjadi pembuat lubang pada kertas. Karena ketika kita menggiling, makin keras atau kencang menjepit kertas dan master, maka semakin bagus pula hasilnya.
Ni ada beberapa contoh karya dry print-ku..

Karya Dry Print

Karya Dry Print

Karya Dry Print


Sekian dulu post kali ini, kalo ada salah atau kurang mohon koreksi dan tambahannya. Semoga bermanfaat. Makasih.. :)