Tampilkan postingan dengan label Sketsa tinta china. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sketsa tinta china. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Februari 2013

ArtWork - Gong Xi Fa Cai

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Sketsa Barongsai dan Naga
Tinta China pada Sketbuk
2013


Nyeket barongsai karena bertepatan dengan tahun barunya china..
Menutur Bang Wiki..
Barongsai adalah tarian tradisional china dengan menggunakan sarung yang menyerupai singa. Barongsai memiliki sejarah ribuan tahun. Pertama kali tarian ini pada masa Dinasti Chin sekitar abad ke 3 sebelum masehi.

Kesenian Barongsai mulai populer di zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun 420-589 Masehi. Kala itu pasukan dari raja Song Wen Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan itu. Ternyata upaya itu sukses hingga akhirnya tarian barongsai melegenda.

Tarian Singa terdiri dari dua jenis utama, yakni singa utara yang memiliki surai ikal dan berkaki empat. Penampilan singa utara kelihatan lebih natural dan mirip singa ketimbang singa selatan yang memiliki sisik serta jumlah kaki yang bervariasi antara dua atau empat. Kepala singa selatan dilengkapi dengan tanduk sehingga kadangkala mirip dengan binatang "Kilin"

Kira-kira begitu sejarah singkat dan pengetahuan tentang Barongsai. Aku memang nggak begitu tau tentang sejarah dan maksud tarian tersebut untuk apa. Yang jelas ketika aku melihat pertunjukan barongsai aku sangat menikmati dan suka dengan gerakan-gerakan yang memang sangat lincah dan terlatih. Yang kadang aku berpikir, memang tariannya menyerupai singa.

Sketku sih kugambarkan satu barongsai dan satu naga.. namun, tarian naga aku sengaja tidak menggambarkan orang-orang yang membawa naga tersebut (pada dunia nyatanya) karena aku memang ingin membuat komposisinya menarik dan berusaha untuk membuatnya seimbang..

Aku hanya menggunakan tina china dan kuas ukuran 0..
Belum kuwarna karena sketku ini belum sempat kudokumentasikan (di-scan) karena aku memang belum sempat mampir ke tempat temanku yang punya scaner. Hehe.. Maklum, derita orang yang masih belum punya scaner sendiri..

Ya, mungkin kalau sudah terdokumentasikan aku akan mewarnanya dan akan ku aplot lagi nanti.. Hahahahaha...

Sekian dulu saja post kali ini, kalau ada masukan atau komentar silahkan..
Kalau ada salah atau kurang mohon pembenaran dan tambahannya...
Makasih... :)



Senin, 31 Desember 2012

ArtWork - Sketsa: Pasar Beringharjo

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Pasar Beringharjo #1
Tinta China+Tusuk Sate pada Kertas Florida Pink A3
2012


Pasar Beringharjo adalah pasar tradisional yang terletak di Jalan Jendral Ahmad Yani kawasan Malioboro, Yogyakarta. Jadi sayang sekali kalau jalan-jalan ke malioboro tapi melewatkan untuk mampir dan berbelanja di pasar beringharjo. Pasar ini telah digunakan sebagai tempat jual-beli sejak tahun 1758.
Sejak ratusan tahun yang lalu pasar ini telah menjadi pusat kegiatan ekonomi dan keberadaannya mempunyai makna filosofis. Pasar yang telah berkali-kali dipugar ini melambangkan satu tahapan kehidupan manusia yang masih berkutat dengan pemenuhan kebutuhan ekonomisnya. Selain itu beringharjo juga merupakan salah satu pilar ‘catur tunggal’ (terdiri dari Kraton, Alun-alun Utara dan Pasar Beringharjo) yang melambangkan fungsi ekonomi.
Beberapa gambar pasar beringharjo yang berganti muka.. Gambar diambil dari berbagai sumber di mbah gugel. hehe

Pasar beringharjo

Pasar beringharjo

Pasar beringharjo

Pasar beringharjo

Pasar beringharjo


Wilayah pasar beringharjo mulanya merupakan hutan beringin. Tak lama setelah berdirinya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, tepatnya tahun 1758, wilayah pasar ini dijadikan tempat transaksi ekonomi oleh warga Yogyakarta dan sekitarnya. Ratusan tahun kemudian, pada tahun 1925, barulah tempat transaksi ekonomi ini memiliki sebuah bangunan permanen. Nama “Beringharjo” sendiri diberikan oleh Hamengku Buwono IX, artinya wilayah yang semula pohon beringin (bering) diharapkan dapat memberikan kesejahteraan (harjo). Kini para wisatawan memaknai pasar ini sebagai tempat belanja yang menyenangkan.

Yang ditawarkan dari pasar beringharjo sangatlah beragam. Mulai dari koleksi batik, pernak-pernik, sampai barang-barang tradisional seperti cobek, besek dan sebagainya. Bisa dikatakan bahwa pasar tradisional ini adalah pasar yang serba ada. Semuanya bisa dibeli di sini dengan harga yang relatif murah.

Aku sudah hidup di jogya hampir lima tahun dan sering sekali masuk pasar beringharjo namun belum pernah sempat nyeket di sana. Akhirnya beberapa waktu lalu bersama Indonesias Sketchers Jogja, kita melakukan Sketching and Sharing di pasar beringharjo. Dan aku memutuskan untuk membuat sketsa bagian depan (bagian utama) pasar beringharjo. Walaupun harus mengadap sinar matahari pagi, tapi gairah membuat sketsa di depan pasar beringharjo tak tergentarkan.
Tapi setelah menggosongkan diri dan bermandikan cucuran keringat, akhirnya sketku selesai.

Pasar Beringharjo #1
Tinta china+Tusuk sate pada Kertas Florida Pink A3
2012


Kemudian aku berjalan ke dalam, mencari objek yang menarik, sampai ke lantai 3 bagian belakang pasar, aku baru menemukan mbah penjual besek. Karena tidak kondusif untuk mengeluarkan kertas A3, akhirnya aku menggunakan jel pen dan sketbuk A5 sebagai senjataku.

Pasar Beringharjo #2
Mbah Broto (nama asli : mbah harjah)
Gel Pen pada Skerbuk A5
2012


Mbah harjo adalah salah satu penjual yang ramah. Dan yang membuatku terharu dari obrolan yang sesekali dilontarkan padaku, dia mendoakanku supaya aku cepat lulus kuliah, mendapatkan nilai yang bagus, dan cepat mendapatkan pekerjaan. Sungguh sangat menyentuh perasaanku. :’)

Poto-poto pas sharing di TBY..
Fotografernya mas Mujib Nur Rohman. Kebetulan anggota IS Jogja juga..


Sharing setelah sketsa

Sharing setelah sketsa

Sharing setelah sketsa

Sharing setelah sketsa


Sharing setelah sketsa



Sekian dulu post kali ini. Kalau ada salah atau kurang, mohon pembenarannya atau tambahannya. Kalau ada komentar atau masukan, silahkan..
Terimakasih.. :)



Selasa, 11 Desember 2012

ArtWork - Sketsa : Candi Plaosan

Hehe..
ini lanjutan dari post sebelumnya..
Masih di Candi Plaosan. Sebelah utara Candi Prambanan. Candi yang sangat menarik dan indah, menurutku..
(Klik pada gambar untuk memperbesar)


Candi Plaosan Lor


Candi Plaosan Lor

Candi Plaosan Lor

Ketika sketching and sharing aku mendapatkan 3 buah sketsa. 2 dengan tinta china, dan 1 dengan pensil mekanik.
Posisiku mensketsa kubedakan dengan posisiku mensketsa ketika survey. Objek utamaku adalah candi utama sebelah utara, kuambil dari pojok, bagian timur-laut. Senjata perang yang kugunakan adalah tusuk sate dan tinta china. Lumayan repot juga menggunakan alat ini. Tapi, berakit-rakit ke hulu lah. Toh media ini memang membuat karya menjadi lebih wah. Hehe..
Membelakangi matahari ternyata membuat keringat lumayan mengucur juga. Aku seperti habis mandi ketika sketsaku selesai. Kertas yang kugunakan adalah florida A3 warna pink. Haha..

Candi Plaosan #2
Tusuk Sate+Tinta China pada Kertas Florida A3
2012


Sketsa keduaku aku ambil dari candi utama sebelah utaran dan objek utama adalah candi utama sebelah selatan. Masih menggunakan tusuk sate dan tinta china. Kali ini aku menggunakan kertas hawaii A3 warna krem kuning.

Candi Plaosan #3
Tusuk Sate+Tinda China pada Kertas Hawaii A3
2012


Dan terakhir adalah sketsaku dengan menggunakan pensil. Aku menggunakannya karena aku berniat ingin membuat sketsa detail, menemani salah satu anggota IS Jogja yang ingin mendetail juga. Tapi ternyata dia malah menyerah dan tidak meneruskan sketnya. Dan tinggallah aku seorang diri mendetail dan ditunggu teman-teman sketsa lainnya.
Objek utamaku adalah salah satu stupa yang ada di bagian utara kompleks candi plaosan lor. Salah satu yang masih lumayan utuh bentuknya. Aku tidak tau nama dari stupa ini. *piss
Kali ini aku menggunakan kertas linen A3 putih.

Candi Plaosan #4
Pensil Mekanik 2B 0,5 Pada Kertas Linen A3
2012


Sekian dulu post kali ini. Kalo ada salah atau komentar silahkan..
Terimakasih..



Candi Plaosan

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Candi Plaosan Lor


Candi plaosan adalah candi yang dibangun oleh Rakai Pikatan untuk permaisurinya, Pramudyawardani. Candi ini terletak di utara candi Prambanan. Sekitar 1 kilometer. Tepatnya di Dusun Bugisan Kecamatan Prambanan. Yang menarik dari candi ini adalah arsitektur yang digunakan adalah perpaduan Hindu dan Budha. Selain itu juga candi plaosan memiliki keunikan, yaitu candi dua candi utamanya kembar serta teras yang permukaannya halus.

Candi plaosan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu plaosan lor dan plaosan kidul. Kedua candi tersebut memiliki teras berbentuk segi empat yang dikelilingi oleh dinding, tempat berbentuk gardu di bagian barat, serta stupa di sini lainnya. Karena kesamaan itu, candi plaosan lor dan plaosan kidul hampir serupa jika dilihat dari jauh. Sehingga sampat sekarang candi plaosan sering juga disebut candi kembar.

Candi Plaosan Lor

Candi Plaosan Kidul


Seluruh kompleks candi plaosan memiliki 116 stupa perwira dan 50 candi perwira. Stupa perwira bisa dilihat di semua sisi candi utama, demikian pula candi perwira yang ukurannya lebih kecil. Bangunan candi plaosan lor memiliki halaman tengah yang dikelilingi oleh dinding dengan pintu masuk di sebelah barat. Pada bagian tengah halaman itu terdapat pendopo berukuran 21,62 m x 19 m.

Sepertinya segitu aja perkenalan tentang candi plaosannya. Intinya, candi ini bagus dan sayang sekali kalo sudah sampai ke prambanan tapi tidak mengunjungi juga candi plaosan.
Kebetulan aku pertama kali tertarik dengan candi ini adalah ketika aku tidak sengaja sampai di kompleks ini. Dan benar-benar baru tau bahwa di sebelah utara candi prambanan ternyata juga ada candi yang tidak kalah cantiknya dengan candi prambanan.

Nyasar Pertama di Plaosan


Pertama kali nyasar ke candi plaosan sih ketika hunting foto. Dan aku tidak membawa persiapan apapun. Hanya buku agenda kecil berukuran A6 yang selalu ada di dalam tasku.
Sudah sampai di sana, sayang sekali jika tidak mengabadikan moment itu dengan sketsa. Akhirnya aku membuat sketsa pada halaman belakang buku agendaku. Hanya dengan menggunakan gel pen.


Candi Plaosan
Jel pen pada Halaman belakang Agenda A6
2012


Dan beberapa kali aku menginjakkan kaki ke dalam candi plaosan dan semakin tertarik pada keindahan candi tersebut. Candi yang tidak terlalu luas, dan menurutku pas jika kita ingin berkeliling melihat candi.
Memang tidak seluas candi ratu boko, dan tidak sebesar candi borobudur, juga tidak setinggi cadi prambanan. Namun candi ini cantik dengan porsi yang pas. Hehe

Hm.. kemudian aku mengusulkan untuk melakukan sketching and sharing bersama Indonesias Sketchers Jogja di candi plaosan lor. Dan here we go...
Nyeket bareng di sana...
Namun, aku curi start karena aku melakukan survey dengan rekan-rekan pengurus utama lainnya. Dan aku mendapatkan 1 sketsa..


Survey bersama beberapa anggota IS Jogja

Tempat paling teduh di Plaosan Lor
Di bawah pohon. Hehe

Nyeket Candi Utama sebelah Utara


Candi Plaosan #1
Tusuk Sate+Tinta China pada Kertas Hawaii A3
2012


Melakukan sketsa di tempat paling teduh di kawasan candi plaosan lor. Di bawah pohon. Hahahaha...
Karena aku malas mendetail batu, sehingga alat perang yang kugunakan adalah tusuk sate dan tinta china. Aku juga menggunakan kertas hawaii kuning krem ukuran A3.
Kali ini aku hanya akan meng-upload sket ini saja. Lainnya akan ku upload pada postku selanjutnya. hehe

Sekian dulu post kali ini, kalau ada salah atau kurang mohon pembenaran dan tambahannya. Kalau ada yang ingin berkomentar atau memberi masukkan silahkan...
Terimakasih...



Senin, 02 Juli 2012

ArtWork - Sketsa Pangandaran #5

Udah kepanasan..
Pengen cari tempat teduh..
Tapi temennya bokap minta disket.. Hadeh.. Pengen nolak tapi gak enak... Cari posisi enak.. Tapi tetep kepanasan.. Hiks..
Tahan deh...
Keluarin alat..

Dan mulai...

Sret.. Sret.. Sret...
Panaaassss...
Hadeh....

Tahan.. Tahan... Rampung!!!
Tinggal finishing...
Langsung menuju tempat teduh.. Hmmmh... Adem!!!

Finishing...

(Klik pada gambar untuk memperbesar)



Pak Yusuf dan Pak Kambon (Temen Bo-Nyok)
Tinta China finishing Air pada Sketbuk A5
2012


Hm.. sket terakhir dah di sini... panas banget!!!
Dah ilang mood juga.. :P

Sekian post kali ini. Kalo ada masukan atau komentar silahkan...
Makasih... :)



ArtWork - Pangandaran #3

Pengen balik tapi pengen nyeket lagi...
Hm...
Ada tukang persewaan pelampung...
Cari posisi enak..
Dan beraksi...

Sret.. Sret.. Sret...

Zrrrrdddd... Zzzrrrddd...
Mamah nelpon.. nyuruh balik hotel...

Nanggung... Lanjutin nyeket dan rampung...

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Tukang persewaan Pelampung
Drawing Pen 0,2 finishing Tinta China+Air pada Sketbuk A5
2012


Pagi hari di pangandaran lumayan asiikk.. dan udah ramee.. (mungkin karena liburan juga sih)..
Tapi... Asik lah pokoknya...

Sekian dulu post kali ini...
Kalo ada masukan atau komentar silahkan...

Makasih... :)



ArtWork - Sketsa Pangandaran #2

Nyampe Pangandaran sore...
Aslinya pengen banget langsung nyeket karena kebetulan lagi Sunset dan kereeeenn banget!!!
Sayangnya Bonyok dan Rombongan mesti jalan dulu ke cagar alam..
Haiysh!!

Dan sore itu cuma dapet sket patung sapi.. Katanya sih tunggangannya dewa siapa aku lupa??
Karena berenti disitu cuma sekitar 5 menit doang.. Jadi belum rampung nyeket udah cabut dari lokasi.. Yaahh.. terima nasib...

Dan walhasil sore itu gak bisa nyeket pas sunset...

Tapi, besoknya aku pengen jalan liat sunrise...
Sialnya alat tempur gak kebawaaaa!!!! Aaarrrggghhh...

Dan minta bantuan bokap bawain peralatan perangku..
Sayangnya beliau malah nyasar..
Aku di pantai timur, sedangkan babeh nyampe pantai barat (emang sih kalo ke pantai barat deket banget dari hotel tempat kita nginep. cuma sekiar 5 menit jalan kaki. sampe)

Akhirnya aku nyerah dan nyusul ke pantai barat...
Ketemu. Cari objek..
Dan...
Langsung nyeket...

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Drawing Pen 0,2 finishing Tinta China, Air pada Sketbuk A5


Hm.. Sekian dulu postnya...
Kalo ada masukan atau komentar silahkan...
Makasih.. :)



Sabtu, 09 Juni 2012

ArtWork - Sket Lampu 0 Kilometer

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Lampu 0 Kilometer
Tinta China pada Sketbuk A4
2012


Karya ini adalah karya yang kubuat ketika Sket dadakan bersama Pakde Yoes di 0 Kilometer.
Sket yang menurutku lumayan kacau..
Haha..
Tapi biarlah...
Selalu ada kesan tersendiri ketika membuat sketsa..

Anak kecil yang memintaku untuk mensketsa wajahnya..
Panas yang keterlaluan..
Dan tinta yang terlalu cepat kering karena panas tersebut...
Sampai akhirnya finishing tehnik kepret yang kacaw karena panas!!!

Haha...
Tapi memang menjadi berkesan...

Ini adalah sketku dengan tinta china dan bambu pada sketbuk A4.. Kebetulan juga menggunakan kertas Hawaii krem..
Aku tertarik dengan deretan lampu yang jika dilihat dari sudutku mensketsa akan membelah kantor pos dan Bank Indonesia...

Namun karena pengalaman ini, aku menjadi mengerti kapan saat yang tepat untuk mensketsa di sana.. Hehe..

Sekian dulu post kali ini..
Kalo ada masukan atau komentar, silahkan...
Makasih..



Jumat, 08 Juni 2012

Nyeket di 0 Kilometer

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Hasil Sketsa


Nyeket dadakan bareng anak-anak IS Jogja karena ada Pakde Yoes, Anggota IS dari Jawa Timur..
Sebenernya acaranya tanggal 8 April kemaren. Tapi baru sempet nulis. Hehe..
Karena beliau belum pernah nyeket di 0 Km, jadi kita memutuskan untuk beraksi di sana...

Personel yang ikutan Sket Dadakan Suka Bersama Pakde Yoes adalah :
Pakde Yoes - Bukde Yoes

Kebetulan kita mulai nyeket kira-kira pukul 10, jadi ya lumayan panas juga di 0 Km yang sejatinya nggak ada pohon tindang yang menutupi daerah situ..

Langsung cari objek yang menarik perhatian masing-masing dan beraksi...

Aku tertarik pada lampu-lampu yang berjejer di depan Monumen..
Dan langsung mengeluarkan alat perang..
Bambu, Tinta China dan Sketbuk A4..

Sret-sret..
Ada anak kecil yang datang dan tanya-tanya sampe minta disketin mukanya. Parahnya dia mau bayar aku Limarebu.. Hehe.. Jadi malu..
Aku iyain, tapi setelah sket lampuku rampung...
Karena aku takut kalo nanti hilang mood untuk menggarapnya...



Tapi akhirnya di adik itu bilang ingin pulang ke rumah dulu. Dan bilang akan kembali lagi, namun ternyata dia tidak lagi menampakkan batang hidungnya..
Hm.. Jadi ngerasa bersalah juga kenapa gak langsung nyeketin muka dia..

Hm.. Panasnya makin menjadi...
Aku pengen finishing pake tehnik kepretnya Pakde Yoes, tapi karena panas yang berlebihan.. konsentrasiku sudah tidak menentu..
Sampai cipratan kuasku kemana-mana tidak menentu..
Tapi.. biarlah.. udah gak konsen gara2 panaasss!!!

Cari objek lagi.. dan ada 2 kali gagal karena hilang mood akibat si panas ini...

Trus akhirnya aku berteduh di bawah instalasi kaki. Dan terpikir, kebanyakan orang nyeket instalasi ini pasti dari jauh dan bentuknya pasti akan seperti itu-itu saja.
Aku punya ide untuk membuat sketnya namun dengan sudut pandang kodok. Atau sudut pandang dari bawah..
Dan aku keluarkan alat perang lagi. Namun kali ini aku menggunakan Drawing Pen 0,2 dan Sketbuk A4...
Beraksi!!!
Sret.. Sret.. Sret...

Rampung...

Sebentar Sharing bareng yang ikut nyeket...

Foto karya..




Foto bersama...
Hehe...


Sekian dulu post kali ini..
Kalo ada masukan atau komentar silahkan..
Makasih...



Sabtu, 05 Mei 2012

ArtWork – Sketsa Heritage di sekitaran Malioboro

Ikut Sketching and Sharing #17 IS Jogja di Malioboro. Mengenal lebih baik objek bagus di malioboro. Karena sebenarnya banyak sekali objek bagus di malioboro yang tidak diketahui oleh masyarakat kebanyakan.
Kebetulan ketika SS #17 tersebut aku membuat sketsa Bangunan Rumah Belanda yang sekarang sudah difungsikan sebagai Kantor Larissa. Bangunannya masih bagus dan terawat. Sekilas bangunan ini seperti rumah-rumah di sekitarnya. Bahkan hampir tidak terlihat..

Rumah Belanda (Kantor Larissa)
Tinta China pada Sketbuk A4
Finishing air


Kemudian aku juga membuat sketsa gedung Sociated letaknya di sebelah TBY (Taman Budaya Yogyakarta) tepatnya di sisi utara TBY.

Gedung Sociated
Tinta china pada sketbuk A4 finishing air..


Dan heritage sekitar Malioboro lainnya yang sudah ku sket..

BI (Bank Indonesia) Yogyakarta
Tinta china pada sketbuk A4 finishing air

Kantor Pos Yogyakarta
Tinta china pada sketbuk A4 finishing air


Sekian dulu post kali ini. Kalau ada komentar atau masukan silahkan..
Makasih :)



Kamis, 03 Mei 2012

ArtWork – Sket di Kuwang (HunTara)


(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Cangkruk di Kuwang
Contoh halaman buku nanti


Sebenarnya sket kuwang bersama IS Jogja sudah lumayan lama diadakan. Dan kebetulan hasil sket tersebut akan dibukukan. Desa kuwang adalah desa yang dijadikan Huntara (hunian sementara) para korbam bencana merapi.
Puluhan kepala keluarga berada di hunian tersebut dari berbagai desa yang terkena merapi. Puluhan atau mungkin ratusan hunian sementara dibuat untuk dijadikan tempat tinggal mereka. Namun sampai saat ini, mereka masih tinggal dihunian yang sejatinya dibuat hanya untuk sementara (hanya seadanya).
Namun mau bagaimana lagi?
Keadaan yang membuat mereka untuk tetap tinggal dan bertahan di sana.

Karena mendapatkan tawaran untuk berpartisipasi dalam sket kuwang. Kemudian aku menuju ke sana ditemani Culun dan Upil..
Karena ketika nyeket disana dibagi tugas sketsa, akupun mendapatkan tugas mensketsa rumah penduduk yang memiliki usaha, seperti ruko, laundry atau apapun. Juga rumah penduduk yang di halaman depannya memiliki pohon atau tanaman..
Sebelum mendapatkan tugas tersebut. Aku berkeliling dan mengamati sekitar. Dan aku tertarik untuk naik ke Cangkruk. Sebuah gardu pantau.
Kemudian dari bawah cangkruk aku mulai membuat sketsa huntara yang dibuat oleh UGM..
Aku menggunakan tinta china dan finishing air pada sketbuk A4

Dibawah Cangkruk Pos Pantau
Tinta China Pada Sketbuk A4
Finishing Air


Kemudian aku langsung mencari objek tugasku. Kebetulan di sekitar situ ada hunian yang memiliki usaha laundry. Langsung saja aku mulai membuat sketsa..
Aku menggunakan drawing pen dan finishing sedikit tinta dan air pada sketbuk A4..

Usaha Laundry milik warga di Kuwang
Drawing Pen pada Sketbuk A4
Finishing sedikit tinda china dan air


Karena tugasku juga mewawancarai warga yang memiliki hunian tersebut, akupun langsung memberanikan diri untuk bertamu. Sebenarnya aku sangat malu dan tidak cukup nyali untuk melakukan itu. Namun, nekat saja!

Aku bertemu dengan anak pemilik rumah usaha tersebut. Namanya Muhammad Fajar. Bisa dipanggil Fajar. Dia masih duduk di bangku SMK di Cangkringan.
Dia adalahs alah satu pemuda yang beruntung selamat dari terjangan erupsi merapi. Ia berserita tentang malam kejadian erupsi sampai pada teman-teman sebayanya yang tidak memiliki nasib baik karena tewas pada musibah tersebut.

Di sini ia dan para pemuda lainnya menjadi relawan bencana dan tergabung dalam komunitas komunikasi yang bernama AMC (Argo Merapi Comunity) 149,380 MHz..
Sambil wawancara daripada nganggur, sekalian saja aku juga membuat skets mas Fajar tersebut. Dan ketika tau dirinya di sket, dia jadi salah tingkah dan memperbaiki penampilannya. Aku hanya menggunakan pensil mekanik pada sketbuk A4 dan hanya dengan finishing arsir saja..

Muhammad Fajarudin
Pemuda di Huntara Kuwang
Pensil Mekanik pada Sketbuk A4


Dan setelah selesai sketsanya, dia meminta ijin untuk memoto hasil sketsanya yang menurutnya akan dijadikan poto profil akunnya di jejaring sosial. :)

Sebenarnya ketika di cangkruk ada kejadian yang lumayan memalukan dan kasihan juga sih..
Upil jatuh ketika turun dari lantai 2 cangkruk. Salah satu kakinya terperosok karena papan yang diinjaknya sudah rapuh. Menyebabkan 3 jari kakinya sobek dan mengeluarkan banyak darah..
Sebenarnya kasian melihat dia seperti itu, tapi juga aku tidak bisa menahan tawaku karena posisi dia jatuh sungguh lucu..
Maaf pil, aibmu kubeberkan.. :)
Awalnya dia pusing dan lemas karena mengetahui kakinya berdarah, namun setelah beristirahat sejenak, ia kemudian malah membuat sketsa kaki berdarahnya tersebut..

Halaman calon buku kuwang..

Muhammad Fajarudin
Radio Komunitas AMC

Usaha Laundry

Cangkruk


Hm.. sekian dulu post kali ini. Kalo ada masukan atau komentar, silahkan..
Makasih :)



Senin, 30 April 2012

ArtWork - Sketsa Tugu Yogyakarta

Tema IS Jogja dan IS regional kali ini adalah "Earth Hour"..
Dan IS Jogja membagi beberapa spot area sketsa..
Aku memilih di Tugu karena aku memang belum pernah nyeket tugu...
Dan kumpul bareng disana jam 5 sore...

Yang nyeket di tugu ada Oji, Tante Jihan sama Upil..
Hm...
Yang pada berkoar-koar tentang Earth Hour lucu.. kebanyakan cewek dan imut-imut.. Keliatannya sih Maba-Maba gitu.. :P

Eh.. lagi asik-asiknya nyeket. Kebetulan juga pas itu lagi heboh-hebohnya tentang penolakan kenaikan harga BBM.. dan itu hari terakhir bulan maret.. Jadi masih banyak demo juga di mana-mana di Jogja..
Dan.. si kimcil-kimcil Earth Hour tergusur karena datangnya para pendemo "Tolak Kenaikan Harga BBM"

Suasana jadi rame banget..
Dan kebetulan aku nyeket bareng si upil (spot kita kebetulan sama) ditemani ngobrol dengan tukang becak yang mangkal disitu..

Karena aku masih nyeket, sekalian aja kusket para pendemo tersebut..
Hehe..

Udah mulai malem. Pendemo udah pergi. Dan kimcil-kimcil Earth Hour juga gak balik lagi..
Jadi kita putusin buat pindah lokasi juga...
Aku belum sempet finishing karyaku.. Karena keburu males. Hehe..

Narsis dulu sebelum balik.. :P

Narsis di Tugu

Narsis di Tugu

Narsis di Tugu


Sket sebelum difinishing

Sket sebelum difinishing


Sket setelah difinishing


Earth Hour bersama Pendemo Tolak Kenaikan BBM
di Tugu Yogyakarta
Tinta China pada Sketbuk A4

Sekian post kali ini..
Kalo ada masukan atau komentar silahkan..