Tampilkan postingan dengan label karya lukis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karya lukis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Februari 2013

Media Gambar 7 : Cat Air Portable dan Water Brush

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Cat Air Portable


Lagi seneng pake cat air karena akhirnya bisa juga kebeli cat air portable, cat air yang dirancang khusus untuk perjalanan.
Bentuknya sih cat air kering dengan wadahan yang lebih mirip seperti alat make-up, namun memang di desain tutupnya bisa digunakan untuk pengganti palet.

Cat air yang akhirnya berhasil kubeli dengan budget yang lumayan (untukku) adalah Koi Water Colors yang 18 warna. Sebenernya sih aku lebih menginginkan cat air yang hanya 12 warna, karena wadahnya memang lebih kecil dan bisa dimasukkan ke dalam kantong celana. Sehingga mudah untuk membawa kemana-mana. Namun, memang belum jodohku. Cat air koi 12 warna itu kosong dan akhirnya aku memutuskan untuk membeli yang 18 warna. Karena memang aku membeli cat air ini selain aku memang sudah lama menginginkannya (lebih ke mengidamkannya sih hehe), aku juga ingin mengikuti workshop cat air bersama Mbak Euneke Nugroho. Beliau sudah sangat dewa menggunakan cat air dan aku sungguh mengagumi karya-karyanya dengan selalu bergumam "Telaten bangeeetttt detailnya.. waawww"

Banyak cat air yang memiliki kualitas lebih bagus. Tentunya juga dengan harga yang lebih mahal. Namun, untuk saat ini aku cukup menggunakan cat air yang mampu kubeli saja. Memang harga menentukan rupa.. Yaah.. semoga saja nanti aku juga bisa membeli cat air yang digunakan temanku yang harganya kira-kira lima kali lipat harga cat airku sekarang..
Amien.. :)

Hm.. Langsung aja ke penampakkannya..

Cat Air Portable

Cat Air Portable

Water Brush

Water Brush


Di cat air yang kubeli itu, kita juga mendapatkan bonus water brush. Itu adalah kuas yang langsung menyimpan air juga. Jadi kita tidak perlu bolak-balik mencelupkannya ke air, karena dalam gagang kuas tersimpan air. Jadi kita cukup memencetnya saja maka air akan menetes.
Namun, water brush juga harus sering-sering dibersihkan untuk menjaga keawetannya. Karena jika tidak, warna cat air akan mengendap di pangkal dari brushnya tersebut.
Tips:
Membersihkannya cukup mudah. kita hanya harus menekan untuk mengeluarkan air dan menggosokkannya pada tissue atau pada busa yang sudah disediakan pada sisi-sisi wadah cat air.

Karena cat air ini adalah cat air kering, jadi untuk menggunakannya kita harus menggunakan kuas basah untuk mengambil warna-warnanya. Mencampurnya di palet untuk membuat warna yang kita inginkan dari percampuran beberapa warna.
Namun cat air portable ini warnanya rawan sekali terkontaminasi oleh warna lain. Karena letaknya yang berdekatan dan karena untuk mengambil warna kita harus membasahinya sehingga kadang menempel pada warna di sebelahnya.
Tips:
Namun untuk membersihkannya kita juga cukup menggunakan kuas basah, dan menyapukannya pada bagian yang terkontaminasi.

Ini adalah penampakkan dari cat air koi 12 warna, 18 warna dan 24 warna..

Koi Water Colors 12, 18 dan 24 Warna

Beberapa karyaku dengan menggunakan cat air portable ini..

Ini ketika SNSD (Suka Nian Sket Dadakan) di Gembira Loka Zoo

Kura-kura di Gembira Loka Zoo
Pensil Mekanik 4B 0,5, Cat Air pada Sketbuk A5
2013

Salamander, Katak
Pensil Mekanik 4B 0,5, Cat Air pada Sketbuk A5
2013



Indukan Domba dan Kambing di Gembira Loka Zoo
Pensil Mekanik 4B 0,5, Cat Air pada Sketbuk A5
2013


Tergantung..

Tergantung
Pensil Mekanik 4B 0,5, Cat Air pada Sketbuk A5
2013



Can I Ask..

Can I ask
Pensil Mekanik 4B 0,5, Cat Air pada Sketbuk A5
2013



Kertas yang kugunakan memang bukan yang khusus untuk cat air. Aku hanya menggunakan Sketchbook Kiky biasa, dan Sketchbook Canson..
Aku belum sempat membuat sketchbook dari kertas-kertas kesukaanku seperti florida, hawaii, djava. Karena belum ada waktu dan masih malas. Haha..
Aku juga mau membeli kertas yang khusus untuk cat air, namun mungkin yang kualitasnya belum dewa. Hehe.. sekali lagi, karena budgetku masih dibawah normal.. :P
Membuat sketchbook sendiri adalah salah satu cara untuk mengirit uang dan juga kita bisa mendapatkan kertas sesuai dengan yang kita inginkan...

Tentang cat air lagi..
Cat air ini memang dikhususkan untuk ketika kita bepergian. Namun, jika kita mewarna di dalam ruangan, menurutku lebih enak jika menggunakan cat air yang tube. Karena selain memang harganya lebih murah, juga untuk mencampur warna akan lebih mudah jika kita menginginkan warna yang relatif banyak..

Sekian dulu post kali ini. Kalo ada masukan atau komentar silahkan..
Kalo ada salah atau kurang mohon pembenaran dan tambahannya..
Makasih..



Jumat, 13 Juli 2012

ArtWork - Topeng Monyet

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Topeng Monyet
Acrylic on Papers
90x70 cm
2012


Banyak kertas gak kepake bekas print yang salah dan koran-koran bekas. Mau dibuang sayang, mau dijual males bawanya..
Jadi.. Aku akalin buat bikin media aja..
Kertas-kertas disusun dengan lem pada sebuah spanram (kayu untuk memasang kanvas). Dan membentuk media yang menjadi seperti kanvas. Aku sih menyebutnya kanvas kertas..
Padahal jelas berbeda antara kanvas dan kertas..
Haha..
Tapi, aku sudah terlanjur nyaman menyebut media ini demikian..

Butuh beberapa kali lapis dan beberapa kali pengeringan untuk menghasilkan media yang kencang dan rata..
ya.. mesti sabar juga. karena awalnya akan susah untuk mengencang dan akan ada gelembung udara di sana-sini. Juga akan kendor karena kertas yang basah oleh lem.

Dan setelah jadi...
Aku malah bingung pengen bikin apa di kanvas kertas ini. Sayang...
Hahahaha..
Tapi akhirnya aku mutusin buat bikin dari sketku yang dekoratif..
Tentang Topeng Monyet...

Background sengaja kubikin transparant agar terlihat media tersebut terbuat dari kertas dan juga sebagai sarana untuk memenuhi background yang hanya satu warna saja. Dan aku menggunakan 3 outline dengan warna hitam putih dan hitam. Outline dengan warna lain kugunakan untuk membuat objek lain selain objek utama menjadi tidak terlalu kuat, sehingga objek utama tidak terkalahkan fokusnya.

Tentang topeng monyet sendiri..
Ya.. Aku gambarin gamblang antara si monyet dan tuannya..
Monyet yang melakukan apapun yang diinginkan si tuan demi untuk mendapatkan uang dari para penonton yang terhibur akan aksi mereka..
Penggambaran kuli dan bos besar. Si kuli yang bekerja sangat keras untuk menghasilkan uang dan bos besar yang lebih banyak menikmati hasil jerih payah dari kuli tersebut..
Si kuli yang terlalu keras bekerja dan hanya mendapatkan upah yang sangat minim sering tergambar jelas di lingkungan negara tercinta ini.. Kuli yang kadang kurang mendapatkan kesejahteraan dan terus-terusan tertindas oleh atasan..
Istilah "Yang kaya makin kaya, yang miskin makin sengsara" kini kerap terdengar dari mulut-mulut warga yang merasakan hal itu..
Topeng monyet.. yah.. topeng monyet...
Monyet yang bertopeng manusia yang bersikap seperti monyet!

Sekian dulu post kali ini. Kalo ada masukan atau komentar silahkan...
Makasih...
:)



Senin, 26 Maret 2012

Art Work - Naila dan Nadiah

(Klik pada gambar untuk memperbesar)


Lukisan Naila dan Nadiah


Naila ulang tahun. Anaknya bibi Ita ulangtaun, tapi bingung mau ngasih apaan??

Nadiah ma Naila


Niatnya sih pengen lukisin realis. Tapi ternyata ada masalah di kampus yang nyebabin aku mesti balik jogja buru-buru. Kalo gak nilaiku gak dikeluarin TT,TT
Padahal niat awal pengen sekalian maen ke Depok dan ngasihin langsung..
Tapi.. Apa mau dikata TT,TT

Ini poto2 Naila ma Nadiah..


Prosesnya lumayan cepet.. yaa.. bisa dibilang emang mesti cepet. Karena besoknya mesti berangkat ke jogja...
Jadi ya, nyeket di kertas, trus langsung garap deh..


 
Proses


Sekitar setengah hari rampung udah plus finishing..

Cuma maen Akrilik aja. Pake peralatan seadanya. Maklum, awalnya mudik ga ada niatan buat ngelukis. Hehe

Rampung (Narsis)


Sebenernya sih ini karya udah kugarap januari lalu. Tapi, Mamah baru sempet ke Depok kemarin. Karena aku nitip lukisan ini ke mamah buat dikasih ke keluarga depok. Ya, baru kemaren deh Naila dapet kadonya.. :P

Naila dan Nadiah
Akrilik pada Kanvas
2012



Kalo baca dari statusnya Tanteku itu, 2 kakak beradik ini lumayan sering ditinggal Ayah-Bundanya kerja. Maklum lah, Om dan Tante kan Pengacara..
Karya ini sendiri sih bercerita tentang 2 orang gadis kecil yang berusaha selalu dijaga oleh orangtuanya dengan kasih sayang. Itu digambarkan lewat mereka yang berada di dalam rumah (digambarkan dengan jendela) dan wallpaper bunga menggambarkan kebahagiaan dan kasih sayang aku gambarkan lewat barang2 yang menempel atau dipegang oleh kedua bocah tersebut.

Namun, mengapa hanya ada 1 boneka dan mereka seperti memperebutkannya..
Boneka tersebut kumaksudkan sebagai berbagi kasih. Maksudnya, mereka adalah saudara, satu keluarga dan mereka akan lebih baik jika bisa berbagi kebahagiaan yang mereka punya atau dapatkan..

Ya.. Kurang lebihnya sih seperti itu.. Hehe..

Cukup sekian, kalo ada komentar atau masukan silahkan...
Makasih.. :)



Jumat, 06 Januari 2012

Art Work - Rasakan Pilihanmu


(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Rasakan Pilihanmu
80x100cm
Oil on Canvas
2010


Ketika kita dihadapkan dengan beberapa buah untuk kita makan, buah apakah yang akan kita pilih?
Apakah buah yang kita suka? Benar-benar suka? Atau sangat disuka??
Atau, apakah kita akan memilih buah yang belum pernah kita makan atau bahkan buah yang tidak kita suka sama sekali??
Dan apakah kita hanya akan memakan satu buah itu ataukah beberapa buah?

Apakah kita akan memakannya satu persatu ataukah langsung mengkombinasikannya??
Pilihan itu hanya ada pada diri kita. Pada kemauan kita..
Dan pilihan itu benar-benar ada di tangan kita sendiri..

Seperti halnya ketika kita ingin membuat jus. Beranikah kita mencampurkan beberapa buah sekaligus dalam jus kita?? Beranikah kita merasakan rasa baru yang kita ciptakan dari campuran tersbeut??
Seperti halnya dengan hidup..

Hidup ini penuh dengan rasa, dan kita harus bisa memilih rasa itu untuk mewarnai kehidupan kita. Apakah kita berani mencampurkan beberapa rasa untuk kita jalani dalam kehidupan kita agar hidup kita berbeda dari orang lain?

Ini adalah lukisan waktu ada ivent di Solo. Pameran Dies Natalis-nya UNS dengan tema Art Educare #1..
Pameran LPTK se-Jawa. Dan alhamdulillah dari Seruker UNY lukisanku termasuk kedalam beberapa lukisan yang lolos seleksi. Hehe

Sekian dulu post kali ini. Kalo ada silahkan kalo mau ada yang menanggapi atau memberi masukan atau koreksinya...
Makasih.. :)



Minggu, 01 Januari 2012

Art Work - Curhatan Boneka Kodok


(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Curhatan Boneka Kodok (On Progres)
Acrilyc on Canvas
100x125cm
2010


Aku..


Ini adalah lukisanku yang kubuat untuk acara Pameran Angkatan 2008. Dengan tema Curhat..
Usulan pameran tersebut udah ada dari taun 2010 lalu. Tapi sampe sekarang ngga ada kabarnya sama sekali. Dan lukisan ini sampe sekrang belum kuselesaikan dan belum kupamerkan..

Lukisan curhatanku ketika dulu kunilai bener-bener labil..
Biasa-lah.. masalah hati..

Aku kusimbolkan sebagai boneka kodok..
Dalam lukisan itu kutunjukkan betapa aku tidak ingin jatuh cinta atau sangat membenci cinta kutunjukkan melalui tulisan-tulisan. Sampai-sampai hatiku kubuang dengan memasukkannya ke dalam kantung plastik..

Namun, dalam lukisanku pula kugambarkan hape esiaku dan mp3 playerku yang selama ini menemani hidupku. Mereka kusimbolkan sebagai sahabat-sahabatku yang ada menemaniku walaupun aku sedang terpuruk karena “cinta”..
Haha.. alay banget!! :P

Sekian dulu postku kali ini. Kalo ada yang ingin memberi masukan atau koreksi silahkan..
Makasih.. :)



Selasa, 22 November 2011

Art Work - Kita Semua Sama #1

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Kita Semua Sama #1
Acrilyc On Canvas
90x90cm
2011


Kita Semua Sama #1

Kadang ketika ada yang berbeda di dekat kita (Sekitar kita) kita lebih suka untuk menggunjingnya, menjauhinya bahkan mengusirnya..
Perbedaan itu memang kadang sulit untuk diterima oleh kita karena kita kurang terbiasa dengan sesuatu yang berbeda itu..
Namun, sadarkah kita. Ketika kita berada dalam posisi yang berbeda itu?? Ketika kita berbeda di antara yang lainnya..
Dan kita diperlakukan sama, apa yang kita rasakan..??
Hmm.. Perbedaan itu membuat keragaman, dan keragaman membuat sesuatu menjadi indah... Kita berbeda namun kita tetap sama..
Karena sebenarnya kita itu sama..




Sabtu, 12 November 2011

Art Work - Komplikasi

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Komplikasi
Mixed Media On Canvas
50x60 cm
2011


Ini adalah karya lukis yang dipamerkan bersama teman-teman Seni Rupa Kelas A angkatan 2008 dengan Tema KOMPLIKASI..

Ini ada tulisan dari temen sekelas, Benni Irawan. si Jago Teori kelas kita. Hehe..


KOMPLIKASI

Komplikasi, sebuah kata dengan makna yang mendalam. Ia berasal dari kata ”kompleks” yang berarti sesuatu gabungan dari beberapa unsur. Kata komplikasi dalam dunia medis dipahami sebagai  suatu penyakit sekunder atau kondisi yang berkembang dalam perjalanan penyakit primer dan timbul baik sebagai akibat dari penyebab independen. Dalam bahasa sehari-hari sepertinya kata komplikasi erat hubungannya dengan kata komplit yang beararti lengkap.

Pengalaman estetis merupakan hal pokok yang harus dimiliki oleh seorang perupa. Dimana dari pengalaman tersebut ia mampu mengungkapkan estetis itu kedalam bahasa visualnya. Pencapaian estetis tidaklah lepas dari proses berpikir dan merasakan. Dalam bukunya, Descartes telah lama mengungkapkan “cogito ergo sum,  Saya berfikir, maka saya ada”. Pencapaian estetis seorang perupa tidaklah datang tanpa sebuah proses, ia hadir sebagai suatu refleksi dari proses berfikir itu sendiri. Alam pikiran yang kompleks, dimana benturan-benturan saling mengisi dan melengkapi ditengah berbagai masalah yang dihadapi, situasi yang dirasakan, dan apapun yang dilihat sehingga terekam dalam pola pikir.

Fenomena yang terjadi disekitar adalah sebuah masalah yang kompleks, mahasiswa pendidikan seni rupa sebagai akademisi yang ikut andil dalam menyikapi permaslahan bangsa yang begitu kompleks pula, sehingga melahirkan konflik pada diri mereka sendiri. Konflik batin dan alam pikiran yang terjadi meletupkan suatu energi estetik, yang dalam prinsipnya “energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat berubah bentuk”. Disinilah tugas perupa, yakni menuangkan energi tersebut  kedalam karya rupa yang agung.

Semoga, Krisis estetik yang terjadi dilingkungan mahasiswa akan digebrak dengan pameran ini, pameran yang bertajuk keberagaman, multikultur dari para perupa yang mempersembahkan karya terbaiknya. Para perupa muda yang berasal dari berbagai daerah, yang bersatu dalam komunitas kelas A angkatan 2008 Jurusan Pendidikan seni Rupa, FBS-UNY. Mereka adalah bukti dari sebuah kompleksitas yang terjadi di kampus ini.

“Waktu itu terus berlari sampai engkau menghentikannya dalam bentuk sebuah karya. Karena karya itu adalah dokumentasi bahwa engkau pernah ada (Rustan, 2009).” Seni pun begitu kompleks, perubahan zaman telah memeberikan pengaruh yang dahsyat terhadapnya, bahkan iapun tidak terikat  batasan-batasan atau kaidah-kaidah seni yang sudah mapan. Seni mengembangkan dirinya setapak demi setapak sehingga menjadi sesuatu yang longgar baik bentuk, isi maupun fungsinya.

Dari hal yang kompleks tersebut, perupa telah menuangkan energinya kedalam karya, lalu akan kemana lagi energi itu?, energi tersebut meledak sebagai sebuah gerakan yang mengusir kesepian aktivitas seni di kampus ini.

Selamat berpameran.

Benni Irawan



Bagiku sendiri, Komplikasi di sini adalah sesuatu yang bermacam-macam yang tergabung dalam satu wadah dan juga sesuatu yang sebenarnya sudah meradang di dalam diri kita namun belum juga sempat dikeluarkan karena berbeda sekali dengan kepribadian kita biasanya..

Seperti lukisanku ini. Aku memang menyukai figur-figur seperti ini (selain figur-figur yang sering kugambar). Namun karena menurutku figur semacam ini terlalu seperti perempuan, jadi hanya menjadi coretan-coretan iseng di dalam buku sketku saja..

Namun dalam pameran ini aku bisa mengeluarkan apa yang ingin ku keluarkan. Apa yang selama ini aku pendam dan apa yang selama ini sebenarnya sudah aku geluti atau aku suka. Namun tidak pernah terekspose publik. Hehe..

Aku terinsipirasi dari Lady Gaga dengan kostum-kostum uniknya. Dan bermunculan di otakku untuk menggambarkannya..

Lukisan ini bercerita tentang seorang yang ingin menggapai impiannya namun ada suatu hal yang membuatnya tidak bisa kemana-mana dan tidak bisa jauh. Namun pada suatu malam ia tetap nekat keluar walaupun apa yang akan terjadi mungkin merugikannya namun ia tidak lagi perduli.. Ia hanya ingin bahagia dan bisa menggapai apa yang ingin digapainya...

Sekian postnya, kalo ada masukan silahkan. Makasih :)




Minggu, 02 Oktober 2011

Art Work - Lukis Aquarel

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Rektorat UNY
Water Colour on A3 Paper
2011


Ini Karya Lukis 1 jaman aku baru masuk kuliah dulu. Mungkin kisaran 2009..
Jaman-jamannya masih rajin kuliah dan hunting lukis sama temen-temen..

Karya dulu (taun 2009) ma karya sekarang (taun 2011) ternyata emang berubah. Aku emang ngerasa karya dulu terkesan lebih kaku dibandingkan dengan karyaku sekarang. Ada perbedaan dalam tiap goresan kuas dan perpaduan warna. Hehe.. Ternyata makin lama kita berkutat dalam dunia seni rupa, maka makin lemas juga hasil karya kita.. :P

Ini adalah hasil karya lukis aquarel. Tehnik yang paling aku ngga suka karena memang sulit menaklukkan tehnik ini. Namun jika sudah menguasainya memang sangat nyaman dan enak ketika membuat karya dengan menggunakan tehnik Aquarel!!

Langsung aja kita liat penampakan dari karya-karyaku..
Jaman 2009 dulu..

Bunderan UGM
Water Colour on A3 Paper
2009


Sungai Imogiri
Water Colour on A3 Paper
2009


Benteng Vredeburg Yogyakarta
Water Colour on A3 Paper
2009


Dan ini karya-karya 2011..

Pendopo Tejo UNY
Water Colour on A3 Paper
2011


Keraton Yogyakarta
Water Colour on A3 Paper
2011


Lempuyangan
Water Colour on A3 Paper
2011


Rektorat UNY
Water Colour on A3 Paper
2011


Sekian dulu post kali ini. Moga bermanfaat dan kalo ada kritik atau masukan tolong disampaikan saja.. :)



Selasa, 27 September 2011

Art Work - Tak Selamanya, Jagoan Harus Menang

Ini juga karya lukis yang dipamerin pas Pameran Bersama Kerupuk Mawut kemaren..
(Klik pada gambar untuk memperbesar)

TAK SELAMANYA, JAGOAN HARUS MENANG
Acrilyc on Canvas, 95x125 Cm
2011



Power Ranger yang kita ketahui adalah tokoh pembela kebenaran dan pembasmi kejahatan. Serta tokoh utama yang selalu benar dan selalu menang. Namun, dalam lukisan saya ini mengapa sang pahwalan dikalahkan oleh monster yang berbentuk katak??

Yah.. kadangkala pahlawan memang tidak selamanya selalu menjadi pemenang. Karena ketika ada kalimat menang, sudah tentu juga akan mengikuti kalimat kalah dibelakangnya..
Penggambaran yang jika diperhatikan akan terlihat aneh karena kita bisa melihat latar/alas panggung, namun kita juga bisa melihat langit-langit panggung ini memang sangaja saya buat karena ingin menampilkan dimensi waktu. Cara pandang kita dari waktu-kewaktu..

Cara pandang ketika kita kecil akan berbeda seiring berjalannya waktu. Makin bertambah usia kita diharapkan juga makin bijak kita dalam berpikir dan bercara pandang.
Panggung boneka dengan tirai warna ungu menggambarkan hidup ini layaknya sebuah panggung boneka yang memiliki cerita, namun kita juga belum mengetahui apa yang akan diceritakan, bagaimana jalan ceritanya dan bagaimana akhirnya.

Kita adalah sebuah boneka yang melakukan apa yang sudah direncanakan oleh sang pembuat boneka.

Kadang pemikiran yang kita anggap benar itu belum tentu juga benar menurut pemikiran orang lain. Ataupun apa yang kita lakukan kadang juga mungkin akan merugikan orang lain. Seperti halnya jagoan yang pasti ada kalanya akan kalah, pemikiran kita juga ada kalanya memang bertentangan dengan pemikiran-pemikiran atau keyakinan dari orang lain. Namun semua itu sudah ada yang mengaturnya, dan kita sebagai mahluk yang hidup di aturan mainnya, tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi pada kita ataupun bagaimana selanjutnya. Hanya Ia-lah yang berhak atas kita dan atas apa yang akan kita anggap benar atau salahnya.



Art Work - Jangan Renggut Masa Indahku


Salah satu Karya lukisku yang di pamerin kemaren pas Pameran Bersama Kerupuk Mawut 24-28 September 2011 di Galeri Biasa..
(Klik pada gambar untuk memperbesar)

JANGAN RENGGUT MASA INDAHKU
60x90 Cm. Acrilyc on Canvas
2011


Jangan renggut masa indahku!
Jangan ambil mainanku!
Aku mau main!
Aku mau nggambar!
Aku mau krayonku!
Temen-temenku juga main!
Aku mau ma mereka!
Aku ngga mau buku!
Aku ngga mau kacamata!
Aku mau masa indahku...

Itulah teriakan-teriakan dari seorang anak yang dirampas kebebasan bermainnya hanya karena ambisi dari orangtua yang mengejar sesuatu yang masih tidak jelas!
Masa anak-anak adalah masa ketika mereka bebas untuk bermain, mengekspresikan diri dan belajar untuk bebas memilih apa yang benar-benar mereka inginkan.
Tapi kerap kita jumpai anak yang jarang atau malah tidak pernah bermain menikmati masa indah mereka karena mereka harus dijejali oleh buku2 materi yang membingungkan dan membuat pusing!

Namun orang tua jaman sekarang akan lebih bangga dengan anak mereka dengan kemampuan berpikir yang tinggi dibanding berkreasi yang tinggi. Mereka akan sangat bangga ketika anak mereka menjuarai lomba fisika dibandingkan ketika anak mereka menjuarai lomba lukis..

Mereka kadang terlalu egois akibat ambisi mereka sehingga tidak menyadari apa yang diinginkan oleh anak mereka. Mereka terus-terusan menjejali anak mereka dengan teori-teori yang kadang memberatkan anak mereka. Mereka dengan egoisnya memerintahkan anak mereka untuk terus belajar dan melupakan bermain. Menjejali anak mereka dengan les privat yang padat. Sehingga anak mereka seperti terkurung dalam rumah dan tidak diijinkan untuk menikmati keindahan luar rumah.

Disini saya mencoba untuk memvisualkan masalah tersebut. Masalah dari seorang anak yang harus menuruti keegoisan orangtua mereka dan melakukan hal yang sebenarnya bukanlah keinginan hatinya. Mereka harus meninggalkan kesenangan mereka bermain yang kugambarkan dengan krayon-krayon dan buku gambar dibelakang mereka. Dan segala tetek bengek tentang teori yang dimasukkan ke otaknya, otak kiri yang selalu dimasukkan ilmu dan mengabaikan pasokan untuk otak kanan. Mereka keberatan namun apa daya? Mereka tidak bisa melawan kehendak dari orang tua mereka.

Namun, sebenarnya mereka selalu ingin tetap bermain, melakukan kebebasan berekspresi. Itu digambarkan dengan si anak yang tetap memegangi boneka walaupun kepalanya terus-terusan disuntikkan teori dan kacamata yang juga akan selalu ia pegang.

Boneka disini saya gambarkan untuk mewakili permainan atau kesenangan sedangkan kacamata sendiri mewakili sebuah keseriusan dan ketaatan agar ia terus belajar dan belajar.
Sebuah realita yang sadar atau tidak ada di sekitar kita.

Saya berteriak melalui karya saya ini memprotes pada mereka yang menyebabkan anak usia dini yang sudah mengenakan kacamata untuk alat bantu mereka malihat!! Miris sekali!! Masa indah mereka akan hilang karena julukan kutu buku atau mata empat akan mereka dapat sedari mereka usia dini karena asesoris tersebut!!