Tampilkan postingan dengan label pameran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pameran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Januari 2012

Art Work - Rasakan Pilihanmu


(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Rasakan Pilihanmu
80x100cm
Oil on Canvas
2010


Ketika kita dihadapkan dengan beberapa buah untuk kita makan, buah apakah yang akan kita pilih?
Apakah buah yang kita suka? Benar-benar suka? Atau sangat disuka??
Atau, apakah kita akan memilih buah yang belum pernah kita makan atau bahkan buah yang tidak kita suka sama sekali??
Dan apakah kita hanya akan memakan satu buah itu ataukah beberapa buah?

Apakah kita akan memakannya satu persatu ataukah langsung mengkombinasikannya??
Pilihan itu hanya ada pada diri kita. Pada kemauan kita..
Dan pilihan itu benar-benar ada di tangan kita sendiri..

Seperti halnya ketika kita ingin membuat jus. Beranikah kita mencampurkan beberapa buah sekaligus dalam jus kita?? Beranikah kita merasakan rasa baru yang kita ciptakan dari campuran tersbeut??
Seperti halnya dengan hidup..

Hidup ini penuh dengan rasa, dan kita harus bisa memilih rasa itu untuk mewarnai kehidupan kita. Apakah kita berani mencampurkan beberapa rasa untuk kita jalani dalam kehidupan kita agar hidup kita berbeda dari orang lain?

Ini adalah lukisan waktu ada ivent di Solo. Pameran Dies Natalis-nya UNS dengan tema Art Educare #1..
Pameran LPTK se-Jawa. Dan alhamdulillah dari Seruker UNY lukisanku termasuk kedalam beberapa lukisan yang lolos seleksi. Hehe

Sekian dulu post kali ini. Kalo ada silahkan kalo mau ada yang menanggapi atau memberi masukan atau koreksinya...
Makasih.. :)



Minggu, 01 Januari 2012

Art Work - Curhatan Boneka Kodok


(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Curhatan Boneka Kodok (On Progres)
Acrilyc on Canvas
100x125cm
2010


Aku..


Ini adalah lukisanku yang kubuat untuk acara Pameran Angkatan 2008. Dengan tema Curhat..
Usulan pameran tersebut udah ada dari taun 2010 lalu. Tapi sampe sekarang ngga ada kabarnya sama sekali. Dan lukisan ini sampe sekrang belum kuselesaikan dan belum kupamerkan..

Lukisan curhatanku ketika dulu kunilai bener-bener labil..
Biasa-lah.. masalah hati..

Aku kusimbolkan sebagai boneka kodok..
Dalam lukisan itu kutunjukkan betapa aku tidak ingin jatuh cinta atau sangat membenci cinta kutunjukkan melalui tulisan-tulisan. Sampai-sampai hatiku kubuang dengan memasukkannya ke dalam kantung plastik..

Namun, dalam lukisanku pula kugambarkan hape esiaku dan mp3 playerku yang selama ini menemani hidupku. Mereka kusimbolkan sebagai sahabat-sahabatku yang ada menemaniku walaupun aku sedang terpuruk karena “cinta”..
Haha.. alay banget!! :P

Sekian dulu postku kali ini. Kalo ada yang ingin memberi masukan atau koreksi silahkan..
Makasih.. :)



Sabtu, 12 November 2011

Art Work - Komplikasi

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Komplikasi
Mixed Media On Canvas
50x60 cm
2011


Ini adalah karya lukis yang dipamerkan bersama teman-teman Seni Rupa Kelas A angkatan 2008 dengan Tema KOMPLIKASI..

Ini ada tulisan dari temen sekelas, Benni Irawan. si Jago Teori kelas kita. Hehe..


KOMPLIKASI

Komplikasi, sebuah kata dengan makna yang mendalam. Ia berasal dari kata ”kompleks” yang berarti sesuatu gabungan dari beberapa unsur. Kata komplikasi dalam dunia medis dipahami sebagai  suatu penyakit sekunder atau kondisi yang berkembang dalam perjalanan penyakit primer dan timbul baik sebagai akibat dari penyebab independen. Dalam bahasa sehari-hari sepertinya kata komplikasi erat hubungannya dengan kata komplit yang beararti lengkap.

Pengalaman estetis merupakan hal pokok yang harus dimiliki oleh seorang perupa. Dimana dari pengalaman tersebut ia mampu mengungkapkan estetis itu kedalam bahasa visualnya. Pencapaian estetis tidaklah lepas dari proses berpikir dan merasakan. Dalam bukunya, Descartes telah lama mengungkapkan “cogito ergo sum,  Saya berfikir, maka saya ada”. Pencapaian estetis seorang perupa tidaklah datang tanpa sebuah proses, ia hadir sebagai suatu refleksi dari proses berfikir itu sendiri. Alam pikiran yang kompleks, dimana benturan-benturan saling mengisi dan melengkapi ditengah berbagai masalah yang dihadapi, situasi yang dirasakan, dan apapun yang dilihat sehingga terekam dalam pola pikir.

Fenomena yang terjadi disekitar adalah sebuah masalah yang kompleks, mahasiswa pendidikan seni rupa sebagai akademisi yang ikut andil dalam menyikapi permaslahan bangsa yang begitu kompleks pula, sehingga melahirkan konflik pada diri mereka sendiri. Konflik batin dan alam pikiran yang terjadi meletupkan suatu energi estetik, yang dalam prinsipnya “energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat berubah bentuk”. Disinilah tugas perupa, yakni menuangkan energi tersebut  kedalam karya rupa yang agung.

Semoga, Krisis estetik yang terjadi dilingkungan mahasiswa akan digebrak dengan pameran ini, pameran yang bertajuk keberagaman, multikultur dari para perupa yang mempersembahkan karya terbaiknya. Para perupa muda yang berasal dari berbagai daerah, yang bersatu dalam komunitas kelas A angkatan 2008 Jurusan Pendidikan seni Rupa, FBS-UNY. Mereka adalah bukti dari sebuah kompleksitas yang terjadi di kampus ini.

“Waktu itu terus berlari sampai engkau menghentikannya dalam bentuk sebuah karya. Karena karya itu adalah dokumentasi bahwa engkau pernah ada (Rustan, 2009).” Seni pun begitu kompleks, perubahan zaman telah memeberikan pengaruh yang dahsyat terhadapnya, bahkan iapun tidak terikat  batasan-batasan atau kaidah-kaidah seni yang sudah mapan. Seni mengembangkan dirinya setapak demi setapak sehingga menjadi sesuatu yang longgar baik bentuk, isi maupun fungsinya.

Dari hal yang kompleks tersebut, perupa telah menuangkan energinya kedalam karya, lalu akan kemana lagi energi itu?, energi tersebut meledak sebagai sebuah gerakan yang mengusir kesepian aktivitas seni di kampus ini.

Selamat berpameran.

Benni Irawan



Bagiku sendiri, Komplikasi di sini adalah sesuatu yang bermacam-macam yang tergabung dalam satu wadah dan juga sesuatu yang sebenarnya sudah meradang di dalam diri kita namun belum juga sempat dikeluarkan karena berbeda sekali dengan kepribadian kita biasanya..

Seperti lukisanku ini. Aku memang menyukai figur-figur seperti ini (selain figur-figur yang sering kugambar). Namun karena menurutku figur semacam ini terlalu seperti perempuan, jadi hanya menjadi coretan-coretan iseng di dalam buku sketku saja..

Namun dalam pameran ini aku bisa mengeluarkan apa yang ingin ku keluarkan. Apa yang selama ini aku pendam dan apa yang selama ini sebenarnya sudah aku geluti atau aku suka. Namun tidak pernah terekspose publik. Hehe..

Aku terinsipirasi dari Lady Gaga dengan kostum-kostum uniknya. Dan bermunculan di otakku untuk menggambarkannya..

Lukisan ini bercerita tentang seorang yang ingin menggapai impiannya namun ada suatu hal yang membuatnya tidak bisa kemana-mana dan tidak bisa jauh. Namun pada suatu malam ia tetap nekat keluar walaupun apa yang akan terjadi mungkin merugikannya namun ia tidak lagi perduli.. Ia hanya ingin bahagia dan bisa menggapai apa yang ingin digapainya...

Sekian postnya, kalo ada masukan silahkan. Makasih :)




Selasa, 01 November 2011

Art Work - Ilustrasi Kodok dan Aku

(Klik pada gambar untuk memperbesar)


Kodok dan Aku
Acrilyc on A4 Paper
2010



Hehe..
Ini karya waktu jagain Pameran Move On taun lalu..

Poster Pameran Move On


Kaga ada kerjaan jadi sama temen-temen bikin gambar aja. Dan belon selesai tapi ada pengunjung, jadi berenti dulu dan sampe sekarang malah belum selesai juga. Udah setaun tapi karya ini belum ada matanya..

Karya ini bercerita tentang aku dan sesuatu yang selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Kadang aku agak terganggu karenanya, namun apa mau dikata? Dia adalah bagian dari diriku. Dia adalah sesuatu yang selalu membuatku bersemangat dalam berkarya dan dia adalah inspirasiku.. :)

Entah mengapa kodok adalah sesuatu yang menjadi indah bagiku. Sesuatu yang ingin kubuat karya dan sesuatu yang selalu menggangguku ketika aku menemukan gambar kodok dimana-mana!! Haha!! Lebay banget!!

Tapi yaahh... Aku memang suka KODOK!! :)

Sekian aja postnya.. Kalo ada yang ingin komentar, kirim aja..



Selasa, 27 September 2011

Art Work - Tak Selamanya, Jagoan Harus Menang

Ini juga karya lukis yang dipamerin pas Pameran Bersama Kerupuk Mawut kemaren..
(Klik pada gambar untuk memperbesar)

TAK SELAMANYA, JAGOAN HARUS MENANG
Acrilyc on Canvas, 95x125 Cm
2011



Power Ranger yang kita ketahui adalah tokoh pembela kebenaran dan pembasmi kejahatan. Serta tokoh utama yang selalu benar dan selalu menang. Namun, dalam lukisan saya ini mengapa sang pahwalan dikalahkan oleh monster yang berbentuk katak??

Yah.. kadangkala pahlawan memang tidak selamanya selalu menjadi pemenang. Karena ketika ada kalimat menang, sudah tentu juga akan mengikuti kalimat kalah dibelakangnya..
Penggambaran yang jika diperhatikan akan terlihat aneh karena kita bisa melihat latar/alas panggung, namun kita juga bisa melihat langit-langit panggung ini memang sangaja saya buat karena ingin menampilkan dimensi waktu. Cara pandang kita dari waktu-kewaktu..

Cara pandang ketika kita kecil akan berbeda seiring berjalannya waktu. Makin bertambah usia kita diharapkan juga makin bijak kita dalam berpikir dan bercara pandang.
Panggung boneka dengan tirai warna ungu menggambarkan hidup ini layaknya sebuah panggung boneka yang memiliki cerita, namun kita juga belum mengetahui apa yang akan diceritakan, bagaimana jalan ceritanya dan bagaimana akhirnya.

Kita adalah sebuah boneka yang melakukan apa yang sudah direncanakan oleh sang pembuat boneka.

Kadang pemikiran yang kita anggap benar itu belum tentu juga benar menurut pemikiran orang lain. Ataupun apa yang kita lakukan kadang juga mungkin akan merugikan orang lain. Seperti halnya jagoan yang pasti ada kalanya akan kalah, pemikiran kita juga ada kalanya memang bertentangan dengan pemikiran-pemikiran atau keyakinan dari orang lain. Namun semua itu sudah ada yang mengaturnya, dan kita sebagai mahluk yang hidup di aturan mainnya, tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi pada kita ataupun bagaimana selanjutnya. Hanya Ia-lah yang berhak atas kita dan atas apa yang akan kita anggap benar atau salahnya.



Art Work - Jangan Renggut Masa Indahku


Salah satu Karya lukisku yang di pamerin kemaren pas Pameran Bersama Kerupuk Mawut 24-28 September 2011 di Galeri Biasa..
(Klik pada gambar untuk memperbesar)

JANGAN RENGGUT MASA INDAHKU
60x90 Cm. Acrilyc on Canvas
2011


Jangan renggut masa indahku!
Jangan ambil mainanku!
Aku mau main!
Aku mau nggambar!
Aku mau krayonku!
Temen-temenku juga main!
Aku mau ma mereka!
Aku ngga mau buku!
Aku ngga mau kacamata!
Aku mau masa indahku...

Itulah teriakan-teriakan dari seorang anak yang dirampas kebebasan bermainnya hanya karena ambisi dari orangtua yang mengejar sesuatu yang masih tidak jelas!
Masa anak-anak adalah masa ketika mereka bebas untuk bermain, mengekspresikan diri dan belajar untuk bebas memilih apa yang benar-benar mereka inginkan.
Tapi kerap kita jumpai anak yang jarang atau malah tidak pernah bermain menikmati masa indah mereka karena mereka harus dijejali oleh buku2 materi yang membingungkan dan membuat pusing!

Namun orang tua jaman sekarang akan lebih bangga dengan anak mereka dengan kemampuan berpikir yang tinggi dibanding berkreasi yang tinggi. Mereka akan sangat bangga ketika anak mereka menjuarai lomba fisika dibandingkan ketika anak mereka menjuarai lomba lukis..

Mereka kadang terlalu egois akibat ambisi mereka sehingga tidak menyadari apa yang diinginkan oleh anak mereka. Mereka terus-terusan menjejali anak mereka dengan teori-teori yang kadang memberatkan anak mereka. Mereka dengan egoisnya memerintahkan anak mereka untuk terus belajar dan melupakan bermain. Menjejali anak mereka dengan les privat yang padat. Sehingga anak mereka seperti terkurung dalam rumah dan tidak diijinkan untuk menikmati keindahan luar rumah.

Disini saya mencoba untuk memvisualkan masalah tersebut. Masalah dari seorang anak yang harus menuruti keegoisan orangtua mereka dan melakukan hal yang sebenarnya bukanlah keinginan hatinya. Mereka harus meninggalkan kesenangan mereka bermain yang kugambarkan dengan krayon-krayon dan buku gambar dibelakang mereka. Dan segala tetek bengek tentang teori yang dimasukkan ke otaknya, otak kiri yang selalu dimasukkan ilmu dan mengabaikan pasokan untuk otak kanan. Mereka keberatan namun apa daya? Mereka tidak bisa melawan kehendak dari orang tua mereka.

Namun, sebenarnya mereka selalu ingin tetap bermain, melakukan kebebasan berekspresi. Itu digambarkan dengan si anak yang tetap memegangi boneka walaupun kepalanya terus-terusan disuntikkan teori dan kacamata yang juga akan selalu ia pegang.

Boneka disini saya gambarkan untuk mewakili permainan atau kesenangan sedangkan kacamata sendiri mewakili sebuah keseriusan dan ketaatan agar ia terus belajar dan belajar.
Sebuah realita yang sadar atau tidak ada di sekitar kita.

Saya berteriak melalui karya saya ini memprotes pada mereka yang menyebabkan anak usia dini yang sudah mengenakan kacamata untuk alat bantu mereka malihat!! Miris sekali!! Masa indah mereka akan hilang karena julukan kutu buku atau mata empat akan mereka dapat sedari mereka usia dini karena asesoris tersebut!!



Jumat, 23 September 2011

Pameran "KERUPUK MAWUT"

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Versi Indonesia

Versi Inggris



Hm..
Dah lama kaga nulis.. kangen juga tapi lagi lumayan sibuk ma Laporan KKN-PPL disambung ma PAMERAN KERUPUK MAWUT..
Jadilah kerja keras banting tulang!! Hehe..

Pameran Kerupuk Mawut ini pembukaannya tanggal 24 September 2011..
Dibuka Oleh Bpk Susapto Murdowo, Dosen Seni Lukis UNY..
Dan bertempat di Galeri Biasa di daerah Plengkung gading. Deket Pasca Sarjana ISI Yogya..
Pameran berlangsung dari tanggal 24 sampe 28 September...


Artis:
Adi Triyanto
Agustian Eko Saputro
Ahmad Alfin Mujahir
Aprilia Muktirina
Baharizki Talibrata
Erza B Faisal
Fuat Anas
Finsa Himawan
Herdhika Puspitasari
Kiky Dwi Antoro
Richo Nurdini