Rabu, 09 November 2011

Art Work - Grafis Dry Print, Cetak Dalam

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Pahlawan Tradisional 2/3
Dry Print On Paper
Cetak Dalam
2010

Pahlawan Tradisional 1/3

Pahlawan Tradisional 3/3


Ini adalah karya Dry Print pertamaku. Masih bingung harus gimana? Jadi nekat jadinya seperti ini. Hehe..
Ceritanya tentang pahlawan tradisional yang ku gambarkan dengan seekor kodok sebagai pahlawan yang memperjuangkan ke-tradisional-an daerahnya.
Cerita simpel yang ingin kusampaikan. Tanpa embel-embel lainnya. Hehe..
Kodok sudah seperti sebagian dari diriku, untuk ku tuangkan dalam karya-karyaku..

Sekian post kali ini. Kalo ada yang mau ngasih masukan silahkan.. :)



Grafis - Dry Print, Cetak Dalam


Dry Print, Cetak Dalam
(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Dry Print


Dry print adalah salah satu tehnik dalam grafis. Dengan menggunakan alat pencetak, seperti gilingan yang aku sendiri tidak tahu apa namanya?? Hehe..
Tapi penampakannya seperti ini..

Alat Penggiling

Alat Penggiling



Sebelum dicetak, kita harus sudah membuat master yang akan dicetak pada kertas.
Tidak seperti tehnik grafis lainnya, dry print menggunakan master pada seng.
Penampakan..

 
Seng

Master



Seng kita gambar dengan menggunakan benda runcing, seperti paku atau sejenisnya. Tehnik ini juga termasuk ke dalam tehnik cetak dalam. Setelah itu, master kita beri tinta. Namun tipis saja dan tinta yang tidak diperlukan (tinta yang tidak pada objek gambar) dihapus hingga bersih. Agar hasil cetakan tidak kotor.

Kita siapkan juga kertas yang sudah dibasahi, jangan sampai terlalu basah. Hanya lembab saja sudah cukup. Ini dimaksudkan agar kertas dan master bisa menempel ketika digiling.

Letakkan atau tempelkan master pada kertas (sama seperti mencetak pada tehnik grafis lainnya), yang menjadi perbedaan pada tehnik ini hanyalah, kita harus menggilingnya agar tinta tercetak pada kertas. Sedangkan pada tehnik lainnya kita hanya menggosoknya hingga tinta tertempel pada kertas.
Giling, giling, giling! Jadi!!

Karya Dry Print



Yang perlu diperhatikan adalah kebersihan dari kertas atau seng sangatlah mempengaruhi kerapihan karya kita. Kerikil sekecil apapun bisa menjadi pembuat lubang pada kertas. Karena ketika kita menggiling, makin keras atau kencang menjepit kertas dan master, maka semakin bagus pula hasilnya.
Ni ada beberapa contoh karya dry print-ku..

Karya Dry Print

Karya Dry Print

Karya Dry Print


Sekian dulu post kali ini, kalo ada salah atau kurang mohon koreksi dan tambahannya. Semoga bermanfaat. Makasih.. :)




Selasa, 01 November 2011

Art Work - Ilustrasi Kodok dan Aku

(Klik pada gambar untuk memperbesar)


Kodok dan Aku
Acrilyc on A4 Paper
2010



Hehe..
Ini karya waktu jagain Pameran Move On taun lalu..

Poster Pameran Move On


Kaga ada kerjaan jadi sama temen-temen bikin gambar aja. Dan belon selesai tapi ada pengunjung, jadi berenti dulu dan sampe sekarang malah belum selesai juga. Udah setaun tapi karya ini belum ada matanya..

Karya ini bercerita tentang aku dan sesuatu yang selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Kadang aku agak terganggu karenanya, namun apa mau dikata? Dia adalah bagian dari diriku. Dia adalah sesuatu yang selalu membuatku bersemangat dalam berkarya dan dia adalah inspirasiku.. :)

Entah mengapa kodok adalah sesuatu yang menjadi indah bagiku. Sesuatu yang ingin kubuat karya dan sesuatu yang selalu menggangguku ketika aku menemukan gambar kodok dimana-mana!! Haha!! Lebay banget!!

Tapi yaahh... Aku memang suka KODOK!! :)

Sekian aja postnya.. Kalo ada yang ingin komentar, kirim aja..



Art Work - Ilustrasi "Loser"

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Aku Memang Pecundang
Pen on A4 Paper
2011

Senin, 17 Oktober 2011

Art Work - Grafis Cetak Sambung

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Tradisional Yang Beraksi! 2/5
Hardboard Cut On Paper
Cetak Tinggi. Cetak Sambung
2010


Tradisional Yang Beraksi! 1/5


Tradisional Yang Beraksi! 3/5



Tradisional Yang Beraksi! 5/5



Tradisional Yang Beraksi! 4/5


Ini juga karya-karya tugas Kuliah Grafis 2. Dosennya adalah Pa Wayan..
Materinya adalah Cetak Sambung. Jadi kita mencetak satu kali namun master kita potong menjadi berapa bagian dan kita mencetaknya dengan menggunakan warna yang berbeda untuk menunjukkan perpotongannya tersebut.

Namun di cetakan pertama aku ingin mencetaknya sebelum ku potong. Aku ingin mencetak karya ini tanpa potongan.
Kemudian yang lainnya ku cetak dengan 2 jenis yang berbeda..
Jadi totalnya pada master grafis ini aku mencetak menjadi 3 jenis. Hehe...

Karena tehnik ini pada dasarnya sama seperti Grafis 1 yang hanya menggunakan 1 warna saja, sehingga menurutku Cetak Sambung ini tidak serumit Cetak Rusak..


Mengenai Tradisional Yang Beraksi bercerita tentang budaya daerah mengalahkan budaya asing yang memasuki lingkungan kita dan menginfeksi sebagian besar warga daerah sehingga lebih membanggakan budaya asing tersebut daripada budaya daerah sendiri. Sehingga sekarang budaya daerah yang mengatur pergerakan budaya asing di lingkungan daerahnya..

Sekian dulu post kali ini.. Semoga bermanfaat dan kalo ada kurang atau salah mohon tambahan dan pembenarannya. Kalo ada yang ingin ngasih masukan, silahkan...



Art Work - Skets Di Stasiun Tugu Yogyakarta

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Mbah Penjual Gorengan
Drawing Pen and Water Colour on A5 Paper
2011


Ini adalah karya waktu acara Sketching & Sharing bareng Indonesian Sketcher Jogja di Stasiun Tugu Yogyakarta.
Bingung pengen nyeket apa, akhirnya dapet objek yang menarik perhatianku. Yaitu Mbah-mbah penjual gorengan. Langsung aja nyari posisi yang bagus dan langsung nyeket!!
Sket! Sket! Sket!!
Aku pake Drawing pen 0,1 di Sketcbook A5..

Pengen ku finishing pake cat air, ternyata ketinggalan. Padahal udah kusiapin dari pagi!! Huhu..
Akhirnya aku minta cat air milik Ayuk, Seniorku di kampus.
Ikut nimbrung cat air akhirnya jadilah karya pertama...

Mbah Penjual Gorengan
Drawing Pen and Water Colour on A5 Paper
2011



Cari objek lain..
Dan nemu orang yang lagi tiduran di kursi tunggu stasiun. Langsung aja ku sket.
Niatnya sih pengen bikin orang yang dibelakangnya juga. Tapi malah keburu pergi. Jadi cuma dapet dua orang yang lagi tidur aja.
Ga ambil pusing, langsung aja ku finishing dengan cat air...
Dan karya kedua pun selesai..

Terlelap
Drawing Pen and Water Colour on A5 Paper
2011




Gara-gara kurang cepet nyeketnya jadi aku emang kurang bisa memanfaatkan kertas gambar. Hehe..
Jadi sebagai catatan, sebelum kita membuat sket, kita harus memperkitakan gerakan yang akan dilakukan oleh objek yang akan kita gambar. Apakah dia akan pergi tiba-tiba atau tidak. Hehe..
Jadi kan kita bisa memperkirakan juga ukuran objek pada kertas gambar kita..

Sekian dulu post kali ini..
Kalo ada yang berminat ngasih masukan, silahkan.. :)



Minggu, 16 Oktober 2011

Art Work - Mural

Packing cos pengen pindahan kost. Tapi ada cet nanggung. Pengen dibawa ngeberatin, ngga dipake sayang-sayang. Akhirnya ngambil keputusan dipake buat bikin Mural aja. Hehe..

Ada desain mural yang pengen di garap dari dulu, tapi belum kesampean juga..

Akhirnya, garap! garap! garap!!

Pake cet nyisa plus sendy colour..

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Proses Mural


Mural


Udah rampung!! Dan baru kepikir, ini kalo siang jadinya gimana ya??
Haha!! 
Ancur mesti..
Ya, cuma cet nyisa. Ngga pake shading-highlight. Outline seadanya pula...

Mural



Mural



Mural



Mural


Hehe.. ya lumayan lah untuk ukuran cet sisa..

Sekian postnya. Kalo ada masukan silahkan...